Berbohong Dengan Statistik

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul “Berbohong dengan Statistik”. Melalui buku ini saya diajarkan untuk tidak mempercayai statistik secara penuh dan mentah-mentah tanpa melihat asal muasal dan proses data statistik itu diolah.

Tidak jarang statistik dapat digunakan sebagai alat untuk menipu pembaca secara halus, membuat pembacanya tidak merasa kalau mereka sedang ditipu. Data yang mereka berikan mungkin benar, tetapi dengan berbagai trik mereka dapat menipu pembacanya. Seperti apakah kebohongan statistik itu? Saat ini saya akan memberikan beberapa contoh kebohongan statistik yang dipaparkan dalam buku ini:

1. Sampel yang pada dasarnya sudah bias
Contoh: Disebarkan angket kepada semua mahasiswa Fakultas X yang meminta mereka untuk memberitahu nilai IPK mereka. Dari angket yang terkumpul, ternyata didapat rata-rata IPK mahasiswa Fakultas X adalah 3.60. Tinggi sekali bukan? Lantas mereka menyimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas X pintar-pintar semuanya. Tapi ini hanyalah sebuah tipuan statistik. Apakah yang terjadi sebenarnya? Mereka menyebarkan 500 buah angket, dan yang kembali ke mereka hanyalah 150 angket. Tampaknya para pembaca sudah mulai mengerti apa yang terjadi di sana, dan pasti bertanya-tanya, “Ke mana 350 angket sisanya?”. Mungkin dibuang, tidak dikumpulkan (atau tidak sampai ke tangan pemberi angket), dan mungkin saja diabaikan oleh penerima angket tersebut. Orang yang mempunyai IPK yang tinggi mungkin dengan senang hati mengisi angket tersebut, namun bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai IPK setinggi mereka? Mereka akan lebih enggan untuk mengisi, dan menyebabkan sampel percobaan mereka menjadi bias (dari “mahasiswa Fakultas X” menjadi “mahasiswa Fakultas X dengan IPK tinggi”). Tidak heranlah hasil penelitian mereka seperti itu. Contoh lainnya yang ekstrem adalah mendata penyebaran jenis kelamin penduduk negara X di dalam toilet pria misalnya. Lalu didapatkan 100% penduduk negara X berjenis kelamin pria, sesuatu yang menyesatkan. Bukan datanya yang salah, tapi sampelnya pada dasarnya sudah bias.

2. Jumlah sampel yang terlalu kecil
Contoh: Seorang berusaha meneliti peluang munculnya angka 1 pada dadu bermata 6 dengan melempar dadu sebanyak 10 kali. Dari pelemparan tersebut, dia mendapatkan angka 1 muncul sebanyak 5 kali. Lalu dia menarik kesimpulan peluang munculnya angka 1 pada dadu bermata 6 (yang seharusnya 1/6) adalah ½.

3. Grafik yang sensasional
Kedua grafik di bawah ini menggambarkan data yang sama, namun…

Grafik sensasional

Selain itu ada beberapa teknik lain yang ada di dalam buku ini yang tidak saya bahas kali ini, di antaranya: gambar satu dimensi, angka yang agak berkaitan, Post Hoc, dan Statistikulasi. Mau tahu lebih lanjut? Baca bukunya aja ya, hehe…

Jadi apa yang harus kita lakukan setelah tahu hal ini? Jika Anda menemukan data statistik, atau suatu kesimpulan yang didasarkan pada data statistik tertentu, ujilah dahulu hal tersebut. Biasanya, lembaga resmi pengolah data statistik lebih dapat dipercaya. Tidak selalu statistik itu berbicara tentang suatu keadaan yang sebenarnya, malah tidak sedikit orang yang berusaha mencari keuntungan dari berbohong dengan statistik.

Sebagai penutup: berhati-hatilah terhadap pernikahan, karena data statistik menunjukkan 100% orang yang bercerai adalah orang yang sudah menikah! 😛

Iklan

Tag:, , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

15 responses to “Berbohong Dengan Statistik”

  1. anthonysteven says :

    Oh ya, dulu saya juga beli tuh bukunya, lucu 😀

    Contoh lain:

    Coba buat angket dengan pertanyaan: “Apakah saudara senang mengisi angket?” Dijamin > 90% menjawab iya.

  2. Charles says :

    @anthonysteven:

    Iya, bukunya bagus dan lucu… Ga kerasa bacanya. 😀

    Yup, itu adalah contoh dari pengambilan sampel yang sudah bias…

  3. zao says :

    ahahahaha,, penutupnya kocak^^ ya iyalah,, gmn bs bercerai klo belom menikah? mw cerai sama sapa?? XD XD

  4. harianus I. Zebua says :

    One of my favorite books. Belinya dulu pas baru terbit, udah lama banget kayaknya mungkin sekitar 6 tahun yang lalu. Tapi sampai sekarang tetap sering aku bolak-balik baca kembali

  5. Charles says :

    @harianus I. Zebua:

    Sama dong mas… Itu juga salah satu buku favorit saya (lucu juga sih, hehe). Padahal saya uda beli lama, tapi baru beberapa tahun yg lalu baru sempet saya baca, ternyata bagus… Jadilah itu satu dari sedikit buku (bisa dihitung dengan jari, di luar buku komik n’ novel y, hehe) yang saya baca sampai habis…

  6. riez says :

    kegunaan statistik tergantung orang yang menggunakannya,,

  7. Charles says :

    @riez:

    Betul, tapi tidak jarang orang-orang memanfaatkan statistik untuk menipu. Masih ingat 68%? hehe. So, kita sebagai konsumen atau pendengar harus berhati-hati…

  8. Ian says :

    Saya beli buku itu sebelum masuk jurusan Statistik ITS hehehe…bukunya seru banget!

  9. nindy says :

    thanks bgt yach bwt tuliasannya……

    berguna bgt bwt tugas….

    sering2 aja y mas nulis2 tentang statistik, he…

    ^_^

  10. ordinat says :

    dulu saya mau beli buku itu tapi karena kelamaan, akhirnya gak kebeli.
    ada yg bisa bantu dapetin bukunya gak? mgkn ada info di toko buku mana saya bisa beli buku itu.
    thx

  11. waterbomm says :

    eh iya.. betul juga tuh.. kecuali emang kalo kita tau prosesnya..
    tapi susah juga ya… 😀 kalo setiap statistik kita kasih tau prosesnya..

  12. anik says :

    thanks buat infonya. bnr2 menembah wa2san.

  13. uma says :

    it’s so fun… but we need something true and extream…

  14. dwi saputra says :

    Kalau angketnnya berhadiah langsung mungkin kembali 99% ya Kak?

  15. cutebackpack.blog.com says :

    What’s up, this weekend is fastidious designed for me, for the reason that this occasion i am reading this impressive educational post here at my residence.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: