Ada Apa di Balik Promosi Operator Telepon Selular? Part 2: XL

*Postingan ini adalah lanjutan dari postingan saya sebelumnya:

Kali ini saya akan membahas mengenai satu operator yang bisa dikatakan menjadi saingan berat dari Mentari, yaitu XL.


XLSaya hanya akan membahas program XL bebas yang banyak dipromosikan. Kalau diperhatikan, promosi tarif XL beberapa waktu belakangan ini cukup mengalami penurunan yang signifikan, dari Rp 10/detik, Rp 1/detik, hingga yang terakhir adalah Rp 0,1/detik. Tapi sungguhkah demikian? Berikut adalah judul promosi yang paling baru dari situs XL.

Tarif XL bebas Tetap Termurah, hanya Rp 0,1/dtk ke Semua Operator se-Indonesia

Kalau orang yang melihat iklan di atas, tentunya berpikir kalau tarif itu akan berlaku di segala keadaan. Namun, kenyataannya tidak sepenuhnya sesuai dengan pernyataan di atas. Tengoklah tarif “sebenarnya” dari XL bebas di sini.

Ternyata, tarif Rp 0,1/detik ini hanya berlaku pada menit-menit tertentu saja (untuk sesama XL, menit ke-2,5 sampai menit ke-30; untuk ke operator lain, menit ke-2 sampai menit ke-4, menit ke-6 sampai menit ke-8, dst…). Nah, sekarang cobalah lihat apa yang diiklankan di sini (lihat halaman 2-banner).

Di sini, XL lebih jujur dibandingkan dengan operator yang saya bahas sebelumnya. Di bagian pojok kiri bawah terdapat syarat-syarat yang ada. Namun, begitulah iklan, selalu menonjolkan bagian yang enaknya, dan mengecilkan bagian yang tidak enaknya. Oleh karena itu, selalu teliti dalam membaca iklan, bacalah setiap tulisan (sekecil apapun), dan waspadalah terhadap setiap tanda bintang (*).

OK, satu hal yang cukup menarik dari persaingan operator-operator telepon selular saat ini adalah sudah mulai munculnya iklan yang memojokkan salah satu operator (hal ini terlepas dari benar atau salahnya pernyataan iklan tersebut), seperti contoh iklan XL yang pernah saya baca di surat kabar dengan bunyi berikut:

Tong kosong nyaring bunyinya. Hati-hati dengan janji si nol. Nol itu bukan tarif.

Kalau pembaca sudah membaca postingan saya sebelumnya, tentunya pembaca akan tahu siapa yang dimaksud dengan “si nol” pada cuplikan iklan di atas. Yah, kesannya seperti cari ribut? Terlepas dari apa yang dikatakannya memang saya rasakan kebenarannya sih. Bagaimana pendapat pembaca?


Operator lainDua operator yang saya bahas sebelumnya menurut saya adalah dua operator yang cukup kontroversial dalam beriklan. Bagaimana dengan operator lainnya?

Esia: sangat baik (setidaknya iklannya tidak menipu) dengan programnya Rp 50/menit ke sesama esia, dan Rp 1000/jam. Kelemahannya adalah tarif dihitung per menit. Kelemahan ini baru berasa kalau melakukan telepon ke operator GSM lain. Dengan tarif Rp 800/menit sebelum PPN, mendengarkan layanan mailbox selama 2 detik berarti mengurangi pulsa Anda sebanyak Rp 880.

Untuk operator lainnya, saya kurang mengetahuinya, jadi saya tidak akan membahasnya. Terakhir, saya ingin memberikan tips dalam memilih operator telepon selular:

  1. Pertimbangkan tarif ke sesama operator dan ke operator lain.
  2. Lihat komunitas yang sering Anda hubungi, dan operator telepon seluler apa yang paling banyak mereka gunakan. Hal ini berguna karena tarif ke sesama operator telepon seluler pasti lebih murah daripada antaroperator telepon seluler.
  3. Perhatikan iklan mereka dan tarif asli yang mereka berlakukan. Kejujuran dalam berpromosi adalah sesuatu yang cukup penting.
  4. Perhatikan jangkauan operator telepon seluler tersebut (khususnya di tempat tinggal Anda), jangan sampai tidak mendapatkan sinyal di tempat tinggal Anda.
  5. Pertimbangkan rekomendasi dari teman-teman Anda.

Demikian pendapat dari saya. Bagaimana pendapat pembaca? 😉

Iklan

Tag:, , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

6 responses to “Ada Apa di Balik Promosi Operator Telepon Selular? Part 2: XL”

  1. Putie says :

    Bukan karena “punya duit” maka saya lebih suka menggunakan kartu pascabayar macam HALO. Tapi karena jauh lebih praktis, pulsa tersedia setiap saat, dan tarifnya kayaknya ya segitu-segitu aja. Justru cenderung lebih murah daripada pra-bayar. Ke beberapa nomor yang dituju, tarif cuma Rp.650 per menit, dan Rp.100 per SMS. Tapi emang ada embel-embel abodemen dan pajak 10%. Just be ready for that. Kalau ke operator lain rasanya cuma Rp.850 per menit. Saya lupa.

    Dulu waktu saya masih pacaran jarak jauh, komunikasi tentu adalah hal utama yang saya pikirkan. Tapi saya kapok pake kartu prabayar yang bentar-bentar mesti ngisi. Garing aja kan nggak bisa komunikasi gara-gara nggak ada pulsa?! Maka waktu migrasi dari kartu prabayar, saya lebih cenderung memilih pascabayar yang GSM supaya praktis, nggak perlu ngisi, murah ke beberapa nomor yang dituju, dan nggak perlu ganti HP juga. (Lagian, dulu di kota tempat saya bekerja, nggak ada ESIA yang ternyata tarifnya 50/menit ya?!).

    Masalahnya kan gimana orangnya.. umumnya sih nggak pada mau pake pasca bayar dengan alasan takut “kebablasan”.

  2. Charles says :

    @Putie

    Yup, biasanya kalau “pascabayar” itu masalahnya “kurang terkontrol” saja… Jadi, bisa “kebablasan”. Tapi kalau bisa mengaturnya dengan baik, untuk pemakaian secara umum (ke semua operator), biasanya pascabayar menawarkan tawaran tarif yang lebih murah.

    Meskipun begitu, ada juga loh prabayar yang menguntungkan sesama komunitas. Contohnya: program XL Xtra, yang memberikan gratis 100 SMS/hari ke sesama XL dengan mengisi ulang Rp 100.000/bulan. Kembali lagi ke orangnya, program-program semacam ini mungkin menguntungkan, tapi dapat membuat pelanggan menjadi konsumtif.

    ~Btw, dulu saya juga pake Halo. Karena XL mengeluarkan program XL xtra, saya jadi pindah ke XL. Community matters… 😛

  3. memmye says :

    mank bener BEBAS “lumayan murah…..” but smz tetep ja mahal….
    operator laen smz dah murah XL kapan??????….
    buruan de turunin tarif smz dri pada PELANGGAN KABUR…..
    suer dah bnyak yang gnti dr XL cz smz mahal je

  4. jchan says :

    Perang tarif udah memakan korban dengan pembakaran umbul-umbul promosi Telkomsel yang diduga dilakukan oleh pihak XL akhir tahun lalu.

    Perang tarif ini juga sudah menjadi umum dan berkelanjutan dengan program-program promo terbaru dari para provider telekomunikasi.

    Memang pelanggan diuntungkan kalo berbicara mengenai tarif. Namun tentu saja kulaitas pelayanan jangan dikorbankan ya gak… Peace…

  5. Delta-Pulsa.com says :

    OKs banget ulasannya Mas. Kritis dan tajam. TwoThumbsUp!

Trackbacks / Pingbacks

  1. Perang Tarif Berlanjut… (IM3 vs XL) « Charles’ Notes… - 7 Maret 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: