Archive | 2 Februari 2008

Pasar Berjalan di Kereta

Dear readers…

Hari ini saya ingin menceritakan mengenai pengalaman dan pendapat saya mengenai realita yang ada di kereta api Indonesia (khususnya kereta api ekonomi). Hari ini saya naik kereta api ekonomi dari Stasiun UI menuju Stasiun Jakarta Kota seperti biasanya. Saya sudah sering naik kereta tersebut, dan ada pemandangan yang sebenarnya tidak asing lagi bagi saya… Apakah itu? Itu adalah pasar berjalan di kereta…

Kenapa disebut pasar berjalan di kereta? Karena mereka menjajakan barang jualan mereka di atas kereta untuk para penumpang. Hmm, awalnya saya cukup terkejut melihat betapa banyaknya jenis barang yang dijual di kereta, namun sekarang saya sudah lebih terbiasa. Apa saja sih yang dijual itu? Beberapa di antaranya (yang saya ingat adalah):

  • Jasa: mengamen, menyapu lantai kereta, …
  • Makanan ringan: kerupuk, roti buaya, kacang, tahu, permen, …
  • Buah-buahan: jeruk, salak, buah naga, …
  • Koran: Kompas, Warta Kota, Koran Tempo, Lampu Merah, Non Stop, …
  • Minuman: aqua, frutang, kopi, jelly, green tea, …
  • Aksesoris: anting, jepitan rambut, casing HP, gantungan kunci, …
  • Alat kesehatan: alat pijat refleksi, sandal kesehatan, …
  • ATK: pulpen, isolasi, gunting, laser pointer, amplop, lem, …
  • Buku: Buku mewarnai, RPUL, buku agama, majalah, …
  • Lain-lain: tissue, rokok, lampu meja, tas, racun tikus, lem tikus, pupuk tanaman, stiker, bingkai foto, sarung tangan, keranjang baju, bangku lipat, kipas angin mini, pajangan, mainan, …

Ada lagi yang bisa menambahkan daftar di atas? Saya yakin masih banyak barang-barang lainnya yang belum disebutkan di atas. Tapi bukan list barang-barang di atas yang menjadi inti postingan saya saat ini…

Baca Selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: