<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Charles&#039; Notes...</title>
	<atom:link href="http://charleschristian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://charleschristian.wordpress.com</link>
	<description>Be Inspired, Inspire Others</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 13:53:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='charleschristian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Charles&#039; Notes...</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://charleschristian.wordpress.com/osd.xml" title="Charles&#039; Notes..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://charleschristian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jawaban Faktual vs Jawaban Solutif</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2012/01/18/jawaban-faktual-vs-jawaban-solutif/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2012/01/18/jawaban-faktual-vs-jawaban-solutif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interesting]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=1631</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, saya masuk ke dalam sebuah restoran sushi. Telah terbayang di pikiran saya sushi favorit saya yang akan saya pesan. Saya mencoba mencarinya di antara rak-rak display yang ada di sana. Setelah bolak-balik 3 kali karena tidak menemukan sushi favorit saya, saya sukses didatangi pelayan toko. Bukan satu, tapi dua pelayan toko! Seorang pelayan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1631&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu, saya masuk ke dalam sebuah restoran sushi. Telah terbayang di pikiran saya sushi favorit saya yang akan saya pesan. Saya mencoba mencarinya di antara rak-rak <em>display</em> yang ada di sana. Setelah bolak-balik 3 kali karena tidak menemukan sushi favorit saya, saya sukses didatangi pelayan toko. Bukan satu, tapi dua pelayan toko!</p>
<p>Seorang pelayan pria dan wanita menghampiri saya. Si pelayan pria bertanya, “Ada yang bisa saya bantu pak? Sedang cari sushi apa?”</p>
<p>“Oh saya sedang cari sushi favorit saya, yang ada abon-abonnya itu, tapi saya lupa namanya…”</p>
<p>Si pelayan pria langsung mengambil daftar menu dan menunjukkan gambar sushi favorit saya dan bertanya pada saya, “Oh yang ini ya pak?”</p>
<p>“Ya, betul… Yang itu!” jawab saya.</p>
<p>Tiba-tiba si pelayan wanita berkata, “Oh, sushi itu kita sedang kosong pak sekarang…”</p>
<p>Sedikit rasa kekecewaan timbul ketika mendengar sushi favorit saya sedang kosong. Ketika saya sedang berpikir untuk pindah ke restoran seberang, tiba-tiba bak oase di padang gurun, si pelayan pria berkata, “Oh, sushi ini ada pak. Akan kami segera siapkan ya. Bapak bisa langsung duduk saja, nanti saya antar…”</p>
<p>Maka terjadilah, saya duduk, si pelayan pria segera masuk ke dapur, dan beberapa menit kemudian keluar dengan membawa sushi favorit saya. Akhirnya saya jadi makan di restoran sushi itu dan tidak jadi pindah ke restoran seberang.</p>
<p>Akhirnya, tidak hanya saya berhasil menikmati sushi favorit saya hari itu, saya juga mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga yang terlintas di benak saya ketika sedang menunggu sushi favorit saya. Pelajaran apa yang saya dapatkan?</p>
<h3><span id="more-1631"></span>Pelajaran yang Saya Dapatkan</h3>
<p>Dalam cerita saya, ada dua orang pelayan yang memberikan dua jawaban yang berbeda.</p>
<p>Pelayan pertama (wanita) memberikan jawaban bahwa “sushi favorit saya sedang kosong.” Saya menyebut jawaban pelayan pertama ini sebagai “jawaban faktual”.</p>
<p>Mengapa faktual? Karena memang jawaban itu tidak salah dan berdasarkan fakta yang ada. Ya, memang sushi favorit saya saat itu sedang kosong. Itu adalah faktanya. Tapi, jawaban faktual ini akan membuat saya berpindah ke restoran seberang dan tidak akan memberikan keuntungan untuk restoran sushi ini.</p>
<p>Pelayan kedua (pria) memberikan jawaban bahwa “dia akan segera membuatkan sushi favorit tersebut untuk saya.” Saya menyebut jawaban pelayan kedua ini sebagai “jawaban solutif”.</p>
<p>Mengapa solutif? Karena jawaban ini tidak berfokus pada fakta yang ada bahwa sushi favorit saya sedang kosong, tetapi berfokus pada solusi bagaimana saya dapat memperoleh sushi favorit saya, atau setidaknya memberikan saya solusi-solusi alternatif lainnya.</p>
<p>Karena jawaban solutif ini, restoran sushi tersebut akhirnya memperoleh untung dari saya, dan saya pun mendapatkan kesenangan karena mendapatkan sushi favorit saya.</p>
<p>Intinya, jawaban faktual berfokus pada fakta, dan jawaban solutif berfokus pada solusi.</p>
<p>Lalu bagaimana pelajaran ini diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari kita? Saya akan berikan sebuah aplikasi yang sederhana.</p>
<p>Ada satu <em>quote</em> yang berbunyi demikian:</p>
<blockquote><p>“Anda cari siapa yang salah, ketemu siapa yang salah. Anda cari solusi, ketemu solusi.”</p></blockquote>
<p>Bayangkan ada kesalahan yang terjadi yang merugikan Anda. Apa saja… Entah sesederhana teman Anda memberi petunjuk jalan yang salah yang membuat Anda nyasar, atau serumit teman Anda melakukan kelalaian hingga menyebabkan benda berharga Anda hilang. Apakah yang pertama kali akan Anda lakukan?</p>
<p>Sebagian besar orang akan mulai mencari orang-orang yang bisa disalahkan, dan mulai menyalahkannya. Mereka mencari fakta: siapa yang salah? Dan mereka mencari siapa yang salah bukan untuk mencari solusi, tetapi untuk menyalahkan dan melempar tanggung jawab. Mereka ingin hanya si orang yang salah saja yang mencari solusi untuk memperbaiki kesalahannya. Fokusnya bukan kepada bagaimana kesalahan itu bisa diperbaiki, tetapi bagaimana orang yang salah bisa dihukum sekeras-kerasnya.</p>
<p>Pertanyaannya, sebenarnya mana sih yang lebih penting dan menguntungkan kita? Apakah yang lebih penting itu adalah dihukumnya orang yang salah atau kesalahannya diperbaiki? Saya pribadi menganggap bahwa akan lebih penting jika kesalahan itu bisa diperbaiki. Jadi, mengapa tidak berfokus pada bagaimana mencari solusi atas masalah tersebut?</p>
<p>Apakah Anda akan menemukan orang yang salah atau Anda akan menemukan solusi, itu tergantung pada apa yang sebenarnya Anda cari.</p>
<p>Jadi, mengapa tidak jika mulai sekarang, kita lebih berfokus pada solusi daripada fakta? Saya yakin jika Anda melakukannya, ini akan mencegah banyak masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi.</p>
<p>Carilah jawaban solutif lebih daripada jawaban faktual.</p>
<p>Tuhan menyertai kita,</p>
<p>Charles Christian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1631&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2012/01/18/jawaban-faktual-vs-jawaban-solutif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paksalah Diri Anda untuk Mendapatkan Hal-Hal yang Berharga</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/12/21/paksalah-diri-anda-untuk-mendapatkan-hal-hal-yang-berharga/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/12/21/paksalah-diri-anda-untuk-mendapatkan-hal-hal-yang-berharga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 23:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interesting]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Waktu menunjukkan Pukul 00:30 dini hari. Rasa kantuk sudah menyelimuti saya, ketika saya tiba-tiba teringat akan blog saya. Ya, hari ini hari Rabu. Waktunya saya untuk update blog ini. Setahun yang lalu, saya bertekad akan update blog ini seminggu sekali, setiap hari Rabu jam 6 pagi. Selama hampir setahun lamanya tekad itu berjalan dengan lancar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1546&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu menunjukkan Pukul 00:30 dini hari. Rasa kantuk sudah menyelimuti saya, ketika saya tiba-tiba teringat akan blog saya. Ya, hari ini hari Rabu. Waktunya saya untuk update blog ini.</p>
<p>Setahun yang lalu, saya bertekad akan update blog ini seminggu sekali, setiap hari Rabu jam 6 pagi. Selama hampir setahun lamanya tekad itu berjalan dengan lancar, hingga tiba saat-saat di mana saya benar-benar sibuk dan akhirnya tidak melanjutkan tekad yang telah saya buat.</p>
<p>Ya, awalnya saya berpikir, saya tidak bisa melanjutkan tekad saya tersebut karena kesibukan saya yang bertambah. Kesibukan yang membuat waktu luang saya untuk menulis semakin berkurang. Kesibukan yang membuat saya menjadi terlalu lelah untuk berpikir dan mencari ide-ide tulisan untuk blog ini.</p>
<p>Dahulu, saya berpikir, seandainya saya diberikan waktu luang sehari penuh, saya pasti bisa menulis banyak artikel untuk blog ini. Saya selalu berpikir, yang saya butuhkan hanyalah waktu untuk menulis. Ya, hanya waktu saja&#8230; Begitulah yang saya pikir saat itu.</p>
<p>Hingga suatu hari, di sebuah hari Sabtu yang cerah, Tuhan mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan satu hari yang kosong, waktu luang sehari penuh yang saya rindukan sejak lama.</p>
<p>Bisakah Anda tebak berapa tulisan yang saya hasilkan hari itu?</p>
<p><span id="more-1546"></span>10 tulisan? Salah, saya menulis kurang dari 10 tulisan.</p>
<p>Apakah 5 tulisan? Salah lagi. Begitu pula dengan jawaban 4, 3, 2, dan 1. Semuanya salah. Hari itu, saya tidak menghasilkan 1 tulisan pun.</p>
<p>Wow, saya begitu terkejut. Apa yang terjadi? Bukankah saya selalu berpikir masalah saya hanyalah masalah tiadanya kesempatan menulis? Lalu, kini ada begitu banyak kesempatan untuk menulis, sehari penuh! Tapi, kenapa tidak ada satu tulisan pun yang saya hasilkan? Apa saja yang saya lakukan hari itu?</p>
<p>Seingat saya, hari itu saya hanya membaca buku, tidur, dan bermalas-malasan. Rasanya begitu malas untuk mulai menulis di hari itu.</p>
<p>Setelah hari itu, saya mulai meragukan alasan saya terdahulu tentang mengapa saya melanggar tekad saya untuk update blog seminggu sekali. Rasanya kendalanya bukan hanya karena tiadanya waktu luang. Apakah karena tiadanya ide? Tidak. Sebenarnya ada begitu banyak ide yang saya dapatkan. Lalu, apa masalahnya?</p>
<p>Saat ini, saya rasa saya telah mendapatkan jawabannya. Saya tidak menulis bukannya karena saya tidak punya waktu untuk menulis, tetapi karena saya kurang memaksa diri saya untuk mulai menulis.</p>
<p>Sebenarnya, untuk menghasilkan sebuah tulisan, yang saya butuhkan hanyalah kesediaan untuk memulainya, dan kesetiaan untuk menyelesaikannya.</p>
<p>Saya mulai menengok tulisan-tulisan yang telah saya terbitkan di blog saya. Saya begitu terkejut ketika menyadari bahwa sebagian besar tulisan itu ditulis saat saya sebenarnya sedang tidak ingin menulis, tetapi saya memaksa diri saya untuk menulis. Dan, ketika saya mulai menulis, tangan saya tidak dapat berhenti sampai saya menyelesaikan tulisan-tulisan itu.</p>
<p>Persis seperti yang saya lakukan pada tulisan ini. Seperti yang saya katakan, tulisan ini lahir dari sebuah paksaan saya kepada diri saya untuk mulai menulis di tengah perjuangan saya melawan rasa kantuk dan lelah. Awalnya terasa sangat sulit, tetapi ketika saya sudah mulai menulis, saya mulai menikmatinya.</p>
<p>Secara natural, tubuh kita akan mencari hal-hal yang lebih enak dan mudah. Namun, tidak banyak hal-hal berharga yang bisa kita dapatkan jika kita hanya mengejar yang enak dan mudah saja. Untuk mendapatkan banyak hal yang berharga, dibutuhkan sebuah pengorbanan. Dibutuhkan sebuah paksaan untuk melakukan yang baik dan benar, meskipun mungkin itu sama sekali tidak enak dan tidak mudah.</p>
<p>Apakah Anda juga ingin mendapatkan hal-hal yang berharga di dalam hidup Anda?</p>
<p>Paksalah diri Anda untuk mulai mengejar hal-hal yang berharga tersebut.</p>
<p>Dan setialah sampai akhirnya Anda mendapatkan hal-hal yang berharga tersebut.</p>
<p>Bagi saya, dengan menulis blog ini, hal berharga yang saya dapatkan adalah ketika ada pembaca yang terinspirasi oleh tulisan saya. Karena saya senang membagikan inspirasi kepada orang lain, dengan cara personal.</p>
<p>Dan untuk itu, saya memaksa diri saya untuk menulis sampai jam 1 pagi ini.</p>
<p>Ya, sepertinya paksaan itu memang tidak enak. Namun, saya hanya ingin Anda tahu satu hal tentang saya. Meskipun seringkali saya memaksa diri saya untuk mulai menulis, ketika tulisan itu saya selesaikan, saya tidak pernah menyesal. Malah, saya akan begitu senang dan bersyukur karena paksaan itu telah membuahkan sebuah tulisan, sebuah hal yang berharga untuk saya.</p>
<p>Apakah hal-hal berharga yang ingin Anda capai dalam hidup ini?</p>
<p>Paksalah diri Anda untuk memulainya.</p>
<p>Tuhan memberkati kita semua,</p>
<p>Charles Christian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1546&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/12/21/paksalah-diri-anda-untuk-mendapatkan-hal-hal-yang-berharga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan-Pertanyaan Besar Tentang Kehidupan</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/12/07/pertanyaan-pertanyaan-besar-tentang-kehidupan/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/12/07/pertanyaan-pertanyaan-besar-tentang-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 23:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan bebas]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=1532</guid>
		<description><![CDATA[Setiap dari kita pasti memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan. Beberapa di antaranya mungkin telah kita temukan dan yakini jawabannya. Beberapa pertanyaan lainnya, kita merasa kita telah temukan jawabannya, tetapi kita masih belum yakin apakah jawaban ini yang paling tepat. Namun, ada pula pertanyaan-pertanyaan yang kita masih terus cari jawabannya sampai saat ini. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sesekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1532&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/12/544853_22199986.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1543" title="544853_22199986" src="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/12/544853_22199986.jpg?w=519&#038;h=389" alt="" width="519" height="389" /></a></p>
<p>Setiap dari kita pasti memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan. Beberapa di antaranya mungkin telah kita temukan dan yakini jawabannya. Beberapa pertanyaan lainnya, kita merasa kita telah temukan jawabannya, tetapi kita masih belum yakin apakah jawaban ini yang paling tepat. Namun, ada pula pertanyaan-pertanyaan yang kita masih terus cari jawabannya sampai saat ini. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sesekali atau sering kali mengusik pikiran kita.</p>
<p>Membahas tentang pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupan selalu menjadi sebuah hal yang menarik. Mengapa? Karena kita hanya menjalani hidup ini sekali saja, dan terlalu banyak misteri kehidupan yang ada di dunia ini.</p>
<p>Saat ini, berbeda dari tulisan saya biasanya yang hanya bersifat satu arah, saya ingin kita bisa bersama-sama berdiskusi mengenai hal-hal ini. Bagaimana caranya?</p>
<p><span id="more-1532"></span>Tuliskanlah pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang Anda benar-benar ingin tahu jawabannya. Beberapa pertanyaan mungkin terlihat sangat bodoh atau sangat sederhana. Tidak apa-apa! Justru pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya terlihat sepele dan bodoh dapat menjadi sebuah pertanyaan yang ditanyakan oleh banyak orang, dan begitu banyak orang yang ingin tahu jawabannya.</p>
<p>Lalu, Anda juga dapat menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman yang lain juga. Silakan utarakan opini Anda, pendapat pribadi Anda tentang jawaban dari pertanyaan tersebut. Diskusi ini bukanlah mencari yang benar atau yang salah, tetapi kita ingin bersama-sama melihat kehidupan yang kita jalani saat ini dari berbagai sudut pandang. Meskipun tentunya, kita juga harus mengutarakan semuanya dengan cara yang baik, tepat, dan sopan.</p>
<p>Beberapa pertanyaan menarik yang muncul nantinya akan saya bahas di dalam blog ini, bagaimana saya pribadi memandang pertanyaan itu.</p>
<p><strong>Jadi, pertanyaan-pertanyaan apa yang mengusik pikiran Anda tentang kehidupan ini? Mari bagikan dan diskusikan melalui kolom komentar di bawah. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1532&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/12/07/pertanyaan-pertanyaan-besar-tentang-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/12/544853_22199986.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/12/544853_22199986.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">544853_22199986</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/12/544853_22199986.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">544853_22199986</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melakukan yang Terbaik</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/11/02/melakukan-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/11/02/melakukan-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 23:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[best]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=1520</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, dalam perjalanan saya pulang menuju rumah saya, kemacetan parah terjadi. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Yang saya tahu jalan di sekeliling saya semuanya dipenuhi mobil yang tidak atau lambat sekali bergerak. Dan perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam kurang dari 30 menit, hari itu saya tempuh dalam waktu 90 menit. Di tengah kemacetan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1520&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu, dalam perjalanan saya pulang menuju rumah saya, kemacetan parah terjadi.</p>
<p>Saya tidak tahu apa penyebabnya. Yang saya tahu jalan di sekeliling saya semuanya dipenuhi mobil yang tidak atau lambat sekali bergerak. Dan perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam kurang dari 30 menit, hari itu saya tempuh dalam waktu 90 menit.</p>
<p>Di tengah kemacetan, saya menemui sebuah perempatan yang saya beri nama perempatan frustrasi. Kenapa perempatan frustrasi? Karena perempatan itu benar-benar membuat setiap pengemudi frustrasi, tidak terkecuali saya.</p>
<p>Bayangkan sebuah perempatan tanpa lampu merah. Mobil datang dari empat arah berbeda, menuju arah yang berbeda-beda. Ada yang dari depan mau belok kanan, dari kiri mau lurus, dari belakang mau belok kiri, dan yang dari tengah mau terbang ke atas (ehm, iya iya, yang terakhir itu cuma karangan saya…).</p>
<p>Saya sendiri? Saya sendiri datang dari belakang dan mau lurus ke depan. Tentu saja tidak bisa, karena ada mobil dari depan yang mau belok kanan. Dan mobil itu tentu saja tidak bisa belok kanan karena ada mobil dari kiri yang mau lurus. Demikian seterusnya…</p>
<p>Tidak berlebihan jika semua pengemudi menjadi frustrasi. Mereka saling membunyikan klakson. Mereka memepetkan mobil mereka, mencari celah untuk bisa lewat lebih dulu.</p>
<p>Saat itu, saya sedang mendengar musik di dalam mobil hanya bisa melihat mobil-mobil lain saling salib-menyalib. Kaki saya tidak lepas dari pedal rem. Saya hanya bisa menunggu dengan sabar, melihat bagaimana kekusutan itu terurai sedikit demi sedikit.</p>
<p>Saat itu, sebersit pikiran saya mengatakan, “Mengapa kamu mau kalah dengan pengemudi lainnya? Lihat, mereka bisa lewat lebih dulu. Mereka lebih baik dari kamu.”</p>
<p>Syukurlah tidak hanya pikiran itu yang terbersit di benak saya. Ada satu suara lain dalam hati saya yang menjawab pikiran itu.</p>
<p>Suara itu berkata, “<strong>Tidak apa-apa, Charles. That’s okay! Kamu ada di dunia ini bukanlah untuk menjadi yang terbaik di antara semua orang, tapi untuk melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang telah Aku berikan kepadamu.</strong>”</p>
<p>Tepat saat itulah, sesaat setelah suara itu melintas di hati saya, lirik berikut dinyanyikan di lagu yang sedang saya dengar:</p>
<blockquote><p><em>Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini <strong>melakukan yang terbaik</strong>. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa.</em></p></blockquote>
<p>Ya, itu adalah bagian dari lirik lagu <em>Jangan Menyerah</em> yang sedang saya dengarkan saat itu. Jangan tanya saya kenapa momennya begitu pas. Saya pun tidak tahu! Saya hanya bisa katakan ini adalah sebuah <em>surprise</em> lain yang Tuhan berikan pada saya.</p>
<p>Kawan, kita hidup bukanlah untuk menjadi orang yang paling hebat. Kita hidup bukan untuk mengalahkan orang lain! Kita hidup untuk menang bersama-sama, dan membantu orang lain untuk menang juga! Kita hidup untuk melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan.</p>
<p><span id="more-1520"></span>Ya, saya tahu banyak sekali tantangan yang ada untuk membuat kita berpikir bahwa kita haruslah menjadi orang yang paling hebat lebih dari semua orang lain.</p>
<p>Tapi, di akhir hidup, Tuhan takkan bertanya, “Sudah berapa orang yang kamu kalahkan?”</p>
<p>Yang Tuhan tanyakan adalah, “Sudah berapa orang yang kamu kasihi?”</p>
<p>Kolose 3:23 berkata, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”</p>
<p>Ada beberapa pelajaran berharga yang bisa dipelajari dari ayat di atas.</p>
<p>Pertama, <em>perbuatlah dengan segenap hatimu</em>. Artinya, lakukanlah yang terbaik yang dapat kamu lakukan. Tidak setengah-setengah, tetapi lakukankah dengan <em>segenap hatimu</em>.</p>
<p>Tuhan tidak melihat hasil. Dia melihat hati.</p>
<p>Kedua, <em>seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia</em>. Lakukanlah yang terbaik itu bukan untuk mendapatkan pujian manusia, tetapi carilah pujian yang dari Tuhan.</p>
<p>Karena pada akhirnya, Tuhanlah yang menilai kita.</p>
<p>Setelah melewati perempatan itu, perempatan itu tidak lagi menjadi sebuah perempatan frustrasi. Perempatan itu menjadi perempatan harapan.</p>
<p>Kenapa perempatan harapan?</p>
<p>Bayangkan jika Tuhan menuntut kita menjadi juara kelas. Andaikan ada 100 murid di kelas, hanya ada 1 murid saja yang menjadi juara yang bisa memenuhinya.</p>
<p>Karena Tuhan melihat hati, 100 murid itu mempunyai harapan.</p>
<p>Ya, di dalam Tuhan selalu ada harapan bagi mereka yang berharap hanya kepada-Nya.</p>
<p>Lakukanlah untuk Tuhan yang terbaik yang kamu bisa lakukan.</p>
<p>Tuhan mengasihi kita,</p>
<p>Charles Christian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1520/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1520&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/11/02/melakukan-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih di Tengah Ketidaksempurnaan</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/26/kasih-di-tengah-ketidaksempurnaan/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/26/kasih-di-tengah-ketidaksempurnaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 23:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Realita]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[sukacita]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=1515</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah banyaknya musibah dan ketidakpedulian yang merebak akhir-akhir ini di surat kabar atau tayangan berita, foto di atas benar-benar memberikan sebuah harapan untuk saya. Ada satu pesan luar biasa yang ingin disampaikan melalui foto di atas: &#8220;You don&#8217;t have to be perfect to love&#8221; &#8220;Kamu tidak harus jadi sempurna dulu untuk dapat mengasihi orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1515&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/10/love-in-imperfection.jpg"><img title="Love in Imperfection" src="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/10/love-in-imperfection.jpg?w=491&#038;h=684" alt="" width="491" height="684" /></a></p>
<p>Di tengah banyaknya musibah dan ketidakpedulian yang merebak akhir-akhir ini di surat kabar atau tayangan berita, foto di atas benar-benar memberikan sebuah harapan untuk saya.</p>
<p>Ada satu pesan luar biasa yang ingin disampaikan melalui foto di atas:</p>
<p>&#8220;You don&#8217;t have to be perfect to love&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tidak harus jadi sempurna dulu untuk dapat mengasihi orang lain&#8221;</p>
<p>Pesan yang sangat sederhana, namun begitu mengena di hati saya. Sebuah foto yang membuat saya berpikir dan berintrospeksi.</p>
<p>Berapa sering saya menunda sebuah kebaikan karena saya merasa keadaan saya lebih buruk?</p>
<p>Berapa sering saya enggan menghibur karena saya merasa bahwa sayalah yang perlu dihibur?</p>
<p>Berapa sering saya tidak rela memberi karena saya merasa kekurangan?</p>
<p>Berapa sering saya menjadi iri hati ketika melihat orang yang lebih baik daripada saya?</p>
<p>Berapa sering saya membantu orang lain tanpa sebuah ketulusan?</p>
<p>Seringkali kita berpikir, kita tidak bisa mengasihi karena kita merasa kurang mendapatkan kasih.</p>
<p>Namun itu tidak benar! Justru sebaliknya, kita mendapatkan kasih ketika kita mengasihi.</p>
<p><span id="more-1515"></span>Karena kasih itu paradoks. Semakin banyak kita berikan, semakin banyak kita dapatkan.</p>
<p>Sesungguhnya, sukacita yang sejati akan kita rasakan ketika kita memberi. Tidak percaya? Lihatlah betapa sukacitanya anak berbaju kuning pada foto di atas.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, anak itu punya beribu alasan untuk menangis. Hei, bahkan tangan pun dia tidak punya! Bagaimana mungkin dia dapat memberi? Bukankah perlu sebuah tangan untuk dapat memberi?</p>
<p>Tidak berlaku untuknya. Dia berkata, &#8220;Saya boleh tidak punya tangan, tapi saya tidak akan biarkan ini menjadi penghalang saya untuk mengasihi orang lain. Ya! Saya masih punya sepasang kaki&#8230;&#8221;</p>
<p>Maka terjadilah&#8230; Sepasang kaki yang dia miliki digunakannya untuk mengasihi orang lain.</p>
<p>Dan lihatlah senyum yang terkembang di wajahnya&#8230; Senyum sukacita karena melihat saudaranya bersukacita.</p>
<p>Ya, memberi memang membawa sukacita kepada sang pemberi dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh kata-kata.</p>
<p>Akhirnya, ingatlah kata-kata berikut ini&#8230;</p>
<p>Kita tidak harus punya tangan untuk dapat memberi. Yang kita butuhkan adalah sebuah hati yang tulus untuk mau berbagi.</p>
<p>Jangan menyerah pada kelemahanmu. Lihatlah apa yang masih kamu miliki, dan gunakanlah itu untuk mengasihi orang lain.</p>
<p>Dan temukanlah sukacita itu.</p>
<p>Sebuah sukacita yang lahir dari sebuah aksi memberi yang tulus.</p>
<p>Tuhan mengasihi kita semua,</p>
<p>Charles Christian</p>
<blockquote><p><em>Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. </em></p>
<p><em>(Kisah Para Rasul 20:35b)</em></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1515&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/26/kasih-di-tengah-ketidaksempurnaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://charleschristian.files.wordpress.com/2011/10/love-in-imperfection.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Love in Imperfection</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat untuk Diri Sendiri</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/19/nasihat-untuk-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/19/nasihat-untuk-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 23:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interesting]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Di saat kita merasa senang atau merasa dalam keadaan positif, di saat akal sehat kita bekerja dengan baik, cobalah untuk menuliskan nasihat-nasihat yang baik dan positif. Suatu saat nanti, pasti ada saatnya kita sedang mengalami kondisi yang buruk, di saat kita sulit berpikir dengan akal sehat. Di saat itulah, kita bisa membaca kembali tulisan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1511&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di saat kita merasa senang atau merasa dalam keadaan positif, di saat akal sehat kita bekerja dengan baik, cobalah untuk menuliskan nasihat-nasihat yang baik dan positif.</p>
<p>Suatu saat nanti, pasti ada saatnya kita sedang mengalami kondisi yang buruk, di saat kita sulit berpikir dengan akal sehat. Di saat itulah, kita bisa membaca kembali tulisan yang telah kita tuliskan sebelumnya. Dan biarkan tulisan itu yang menyemangati dan menasihati kita.</p>
<p>Dibandingkan nasihat dari orang lain, kita pasti lebih percaya dengan nasihat yang kita tuliskan sendiri bukan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1511&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/19/nasihat-untuk-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Sejati</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/05/pahlawan-sejati/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/05/pahlawan-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://charleschristian.wordpress.com/2011/10/05/pahlawan-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, aku berjalan keluar dari kamarku, Berjalan di atas lantai yang begitu bersih, Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membersihkannya &#160; Lalu aku masuk ke dalam kamar mandi, Kunyalakan shower yang kemudian langsung mengeluarkan air, Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membuat air bersih itu dapat mengalir &#160; Setelah selesai mandi aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1510&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini, aku berjalan keluar dari kamarku,</p>
<p>Berjalan di atas lantai yang begitu bersih,</p>
<p>Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membersihkannya</p>
<p>&#160;</p>
<p>Lalu aku masuk ke dalam kamar mandi,</p>
<p>Kunyalakan shower yang kemudian langsung mengeluarkan air,</p>
<p>Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membuat air bersih itu dapat mengalir</p>
<p>&#160;</p>
<p>Setelah selesai mandi aku masuk kembali ke kamarku,</p>
<p>Kupilih satu set baju yang akan kupakai hari ini,</p>
<p>Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras menjahitkan kain-kain menjadi baju ini</p>
<p>&#160;</p>
<p><span id="more-1510"></span>
<p>Kemudian aku ke ruang makan untuk menikmati sarapanku,</p>
<p>Kuambil nasi goreng yang tersedia di atas meja,</p>
<p>Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras menanam padi yang akhirnya menjadi nasi yang kumakan</p>
<p>&#160;</p>
<p>Selanjutnya aku pergi dengan mobilku,</p>
<p>Melewati jalan raya yang begitu padat,</p>
<p>Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membangun jalan raya tersebut</p>
<p>&#160;</p>
<p>Jika kulanjutkan daftar ini sampai akhir hari ini,</p>
<p>Entah akan menjadi sepanjang apa tulisan ini,</p>
<p>&#160;</p>
<p>Namun kita dapat melihat satu pesan yang sangat menarik di sini:</p>
<p>Untuk setiap hal sederhana yang kita gunakan sehari-hari,</p>
<p>Pasti ada orang-orang yang telah bekerja keras yang memungkinkan semuanya dapat kita gunakan</p>
<p>Kadang banyak orang yang keberadaannya sungguh penting,</p>
<p>Namun tidak kita perhatikan karena kita berpikir mereka tidak begitu berarti</p>
<p>&#160;</p>
<p>Namun sesungguhnya,</p>
<p>Tanpa para petani, kita tidak akan dapat makan nasi,</p>
<p>Tanpa para penyapu jalan, kita akan bersin-bersin karena debu yang bertebaran,</p>
<p>Tanpa para pembersih septic tank, kita takkan dapat merasakan toilet yang begitu wangi,</p>
<p>Tanpa para pelayan yang dengan setia melakukan apa yang diperintah pemimpinnya,</p>
<p>Seorang pemimpin takkan dapat berhasil dalam melakukan tugasnya</p>
<p>&#160;</p>
<p>Marilah kita mulai berikan apresiasi kita untuk orang-orang tersebut,</p>
<p>yang mungkin tidak terlihat dan tidak mendapatkan perhatian,</p>
<p>namun apa yang mereka kerjakan sungguh berarti bagi kita,</p>
<p>dan tanpa mereka, kita pasti akan kehilangan banyak hal</p>
<p>&#160;</p>
<p>Bersyukur karena mereka ada,</p>
<p>dan bersyukur karena mereka dengan setia bekerja,</p>
<p>meskipun lebih banyak orang yang mencemooh daripada mengapresiasi pekerjaan mereka,</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pahlawan yang sejati bukanlah para pemimpin yang melakukan hal-hal yang hebat untuk sebuah sanjungan</p>
<p>Pahlawan yang sejati adalah para pelayan yang meskipun tiada yang memperhatikan namun tetap setia melakukan apa yang menjadi tugas mereka</p>
<p>&#160;</p>
<p>Karena mereka percaya apa yang mereka kerjakan sungguh berarti, meskipun tiada yang memperhatikan</p>
<p>Para pelayan yang setia dan rendah hati,</p>
<p>Merekalah pahlawan yang sejati itu</p>
<p>&#160;</p>
<p>Terima kasih wahai para pahlawan sejati</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tuhan mengasihi kita semua,</p>
<p>Charles Christian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1510/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1510&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/10/05/pahlawan-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Izinkan Orang Lain Untuk Mengasihi Anda</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/09/28/izinkan-orang-lain-untuk-mengasihi-anda/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/09/28/izinkan-orang-lain-untuk-mengasihi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://charleschristian.wordpress.com/2011/09/28/izinkan-orang-lain-untuk-mengasihi-anda/</guid>
		<description><![CDATA[“Mama!!! Ini kenapa ayamnya kecil-kecil??? Nasinya banyak begini, ayamnya kecil begini, makanan macam apa ini???” teriak Andi dari ruang makan. Sang ibu keluar dari dapur, membawa semangkuk besar sayur hijau dan sepiring tahu-tempe. “Ini ada sayur ijo dan tahu-tempe juga yang bisa kamu makan…” “Sayur begitu mana bisa dimakan. Ngelihatnya saja sudah bikin ga nafsu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1509&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Mama!!! Ini kenapa ayamnya kecil-kecil??? Nasinya banyak begini, ayamnya kecil begini, makanan macam apa ini???” teriak Andi dari ruang makan.</p>
<p>Sang ibu keluar dari dapur, membawa semangkuk besar sayur hijau dan sepiring tahu-tempe. “Ini ada sayur ijo dan tahu-tempe juga yang bisa kamu makan…”</p>
<p>“Sayur begitu mana bisa dimakan. Ngelihatnya saja sudah bikin ga nafsu makan…” kata Andi.</p>
<p>“Ya, adanya hanya ini… Kamu mau makan ngga?” sang ibu mulai kesal melihat Andi bersungut-sungut.</p>
<p>“Apa? ‘Mau makan ngga?’ Jadi gini mama memperlakukan anak mama sendiri…” Andi berdiri dari kursinya.</p>
<p>“Kamu sekarang makin berani ya sama mama???” sang ibu semakin kesal.</p>
<p>“Mama benar-benar membuat Andi ga nafsu makan lagi. Memang dari dulu mama selalu pilih kasih, lebih sayang dengan Budi. Mentang-mentang aku lebih tua, mama ga sayang aku, aku cuma dibentak-bentak. Cuma dede yang mama sayang!” Andi langsung meninggalkan meja makan, masuk ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya keras-keras.</p>
</p>
<p><span id="more-1509"></span>
<p>Sang ibu sungguh kaget melihat putra sulungnya. Perasaannya bercampur aduk, antara marah, kecewa, dan sedih. Tangannya gemetar. Hampir saja mangkuk yang sedang dipegangnya terjatuh.</p>
<p>“Mama, aku pulang…” terdengar suara dari pintu depan.</p>
<p>“Budi…” sang ibu melihat putra bungsunya menghampirinya dari jauh dengan muka berseri-seri.</p>
<p>“Ayo makan, Budi. Kamu belum makan kan?” tanya sang ibu.</p>
<p>“Wah… Mama masak lagi hari ini? Mama tau aja Budi belum makan. Makasih banget ya ma, pasti mama capek banget masak ini semua. Mestinya mama tunggu Budi pulang kan bisa Budi bantuin…”</p>
<p>“Tidak, Budi. Mama senang kok memasak buat kamu. Ayo makan…”</p>
<p>“Wah, ada ayam, sayur, tahu, tempe… Sudah empat sehat nih ma… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mama juga pasti belum makan, ayo kita makan bareng. Sini aku ambilin nasi buat mama.”</p>
<p>“Ayamnya agak kecil gapapa ya, Budi…?”</p>
<p>“Wah, bisa makan ayam saja aku sudah bersyukur ma. Tadi Budi baru saja ketemu satu pengemis di depan rumah. Dia malah ga bisa jalan dan tiga hari ini belum makan ma. Makanya aku kasihan dan aku kasih uang jajanku tadi ke dia.”</p>
<p>“Oh, bapak-bapak yang di depan rumah itu? Dia itu penipu, Budi&#8230;”</p>
<p>“Hah? Maksud mama?”</p>
<p>“Ya dia tuh sebenarnya orang sehat yang disuruh mengemis sama orang, jadi dia pura-pura ga bisa jalan dan kelaparan supaya banyak orang yang kasihan.”</p>
<p>“Oh, jadi dia bisa jalan ya ma? Saya berdoa pada Tuhan agar dia bisa sembuh, ga nyangka ternyata doa saya dijawab secepat ini. Kasihan juga ya dia ma, disuruh-suruh mengemis sama orang.”</p>
<p>Sang ibu hanya bisa tersenyum, “Kadang-kadang kamu tuh terlalu baik, Budi…”</p>
<p>“Hehe, Tuhan sudah baik banget sama saya, ma… Saya bisa sekolah, bisa punya rumah, bisa makan tiap hari, dan yang terutama, punya mama yang selalu ada buat saya. Kebaikan saya masih kalah jauuuuuh ma dari kebaikan Tuhan.” Budi menjawab dengan tersenyum lebar.</p>
<p>Sang ibu begitu terharu, tidak dapat berkata apa-apa.</p>
<p>“Ngomong-ngomong, ko Andi sudah makan ma?”</p>
<p>Sang ibu menggelengkan kepalanya.</p>
<p>“Kalau gitu saya panggil dia dulu ya ma, biar kita bisa makan sama-sama… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ” kata Budi, dan dengan langkah yang riang dia pergi menghampiri kamar kakaknya.</p>
<h3 align="center">Pertanyaan Untuk Anda</h3>
<p>Saya punya beberapa pertanyaan untuk Anda.</p>
<p>Seandainya saat ini saya berikan Anda sejumlah uang yang harus Anda berikan kepada seseorang antara Andi atau Budi, kepada siapakah uang itu akan Anda berikan?</p>
<p>Seandainya saat ini Anda harus menemani seorang dari kedua anak tersebut berjalan-jalan, siapakah yang akan Anda pilih untuk berjalan-jalan bersama Anda? Andi atau Budi?</p>
<p>Seandainya saat ini Anda akan memeluk seseorang. Siapakah yang akan Anda peluk? Andi atau Budi?</p>
<p>Seandainya saat ini Anda sedang mencari seorang sahabat. Siapakah yang akan Anda jadikan sahabat? Andi atau Budi?</p>
<p>Kalau Anda sama seperti saya, Anda akan menjawab Budi untuk keempat pertanyaan di atas. Lalu, apakah itu berarti Anda pilih kasih dengan Budi? Atau Budi yang mengizinkan Anda untuk mengasihinya?</p>
<h3 align="center">Rasa Syukur Mengubahkan Hidup</h3>
<p>Cerita di atas memang hanyalah sebuah cerita karangan saya. Tetapi ada makna yang dalam yang ingin saya bagikan melalui cerita tersebut.</p>
<p>Kalau Anda perhatikan, Andi dan Budi mendapatkan hal yang sama. Mereka sama-sama mendapatkan ayam, sayur, tahu, dan tempe untuk makan siang mereka. Namun mengapa respon mereka berbeda?</p>
<p>Inilah jawabannya. Budi menghargai hal-hal yang sederhana, sementara Andi hanya menghargai hal-hal yang spektakuler.</p>
<p>Budi menghargai hal-hal yang sederhana karena dia percaya bahwa semua hal yang dia dapatkan dalam hidup ini adalah anugerah Tuhan. Anugerah adalah sesuatu yang diberikan kepada mereka yang tidak layak mendapatkannya. Budi menyadari setiap hal-hal sederhana yang dia terima adalah anugerah Tuhan.</p>
<p>Sementara Andi berpikir dirinya layak mendapat hal yang lebih baik, makanan yang lebih enak, rumah yang lebih mewah. Dia tidak dapat menghargai hal-hal yang sederhana, karena dia merasa dirinya hanya pantas menerima hal-hal yang spektakuler.</p>
<p>Arti lain dari penjelasan saya di atas adalah, Budi akan lebih bersyukur daripada Andi, karena Budi dapat mensyukuri hal-hal yang sederhana yang tidak dipandang oleh Andi.</p>
<p>Karena Budi lebih bersyukur, Budi menjadi lebih bahagia. Dia akan merasa begitu dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya. Dan karena itu, Budi akan menjadi pribadi yang lebih mengasihi, karena dia telah merasakan kasih itu sebelumnya. Dan karena Budi menjadi pribadi yang lebih mengasihi, dia mengizinkan orang lain untuk mengasihi dia lebih lagi.</p>
<p>Begitulah seterusnya Budi akan menjadi pribadi yang bahkan semakin mengasihi lagi…</p>
<p>Hal sebaliknya yang terjadi pada Andi. Karena Andi sulit untuk bersyukur, dia akan menjadi pribadi yang lebih bersungut-sungut. Dan karena itu, tidak jarang dia akan melukai lingkungan sekitarnya entah dengan kata-kata atau perbuatannya. Dia tidak mengizinkan semua orang mengasihi dia. Dia hanya mengizinkan orang-orang yang bisa memberinya hal-hal yang spektakuler untuk bisa mengasihi dia. Tidak heran, Andi menemukan dirinya tidak dikasihi.</p>
<p>Bila dilanjutkan, Andi akan menjadi pribadi yang dipenuhi oleh iri hati, karena melihat orang lain begitu dikasihi sementara dia tidak. Begitulah seterusnya Andi akan menjadi pribadi yang semakin bersungut-sungut dan dijauhi lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Pada akhirnya, Andi dan Budi akan menjadi pribadi yang seperti bumi dan langit. Bukan karena lingkungan mereka yang berbeda, tetapi karena rasa syukur mereka yang berbeda.</p>
<p>Kawan, rasa syukur mengubahkan hidup.</p>
<p>Jika Anda saat ini merasa kurang dikasihi banyak orang, cobalah periksa standar rasa syukur Anda. Apakah Anda adalah pribadi yang terlalu sulit untuk dibuat bersyukur? Apakah Anda mengharuskan hal-hal spektakuler terjadi untuk dapat bersyukur?</p>
<p>Saat ini, marilah kita ubah standar rasa syukur kita. Syukurilah setiap hal-hal yang sederhana, bahkan hal-hal yang sepertinya tidak layak untuk kita syukuri. Karena semuanya itu adalah anugerah Tuhan. Dan Tuhan selalu memberikan kebaikan kepada mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28).</p>
<p>Jadilah pribadi yang lebih mengasihi. Izinkan orang lain untuk mengasihi Anda.</p>
<p>Tuhan memberkati kita semua.</p>
<p>Charles Christian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1509&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/09/28/izinkan-orang-lain-untuk-mengasihi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Cara Terbaik Untuk Menginvestasikan Uang Kita</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/09/07/inilah-cara-terbaik-untuk-menginvestasikan-uang-kita/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/09/07/inilah-cara-terbaik-untuk-menginvestasikan-uang-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://charleschristian.wordpress.com/2011/09/07/inilah-cara-terbaik-untuk-menginvestasikan-uang-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang teman saya tertabrak bus Transjakarta kemarin malam, dan kini sedang terbaring tak berdaya di dalam ruang ICU sebuah rumah sakit. Seorang dari dua teman saya tersebut mengalami luka yang serius di bagian kepalanya. Tim dokter pagi ini telah melakukan sebuah operasi yang menghabiskan biaya Rp 60 juta. Wow! Itu kata pertama yang terlintas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1500&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang teman saya tertabrak bus Transjakarta kemarin malam, dan kini sedang terbaring tak berdaya di dalam ruang ICU sebuah rumah sakit.</p>
<p>Seorang dari dua teman saya tersebut mengalami luka yang serius di bagian kepalanya. Tim dokter pagi ini telah melakukan sebuah operasi yang menghabiskan biaya Rp 60 juta.</p>
<p>Wow! Itu kata pertama yang terlintas di kepala saya ketika mendengar angka tersebut.</p>
<p>Dan biaya itu tidak berhenti sampai di sana. Biaya di ICU sekitar Rp 10 juta/hari akan membuat angka itu bertambah sedikitnya menjadi Rp 100 juta di akhir minggu ini.</p>
<p>Sebuah pikiran tiba-tiba melintas di kepala saya: Alangkah sia-sianya orang yang bekerja sepanjang hidupnya <strong>hanya</strong> untuk mendapatkan uang.</p>
<p><span id="more-1500"></span></p>
<p>Uang yang dikumpulkan bertahun-tahun itu dapat lenyap dalam sepersekian detik.</p>
<p>Ya, kecelakaan itu terjadi dengan sangat cepat. Dan secepat itu pula uang itu, yang telah kita susah payah kumpulkan, menghilang.</p>
<p>Jangan salah mengerti, saya tidak sedang membujuk Anda untuk berhenti mencari uang, karena segala biaya di atas juga pada akhirnya harus dibayarkan dengan uang.</p>
<p>Namun, ada dua pesan yang saya dapatkan dari kejadian ini.</p>
<h3></h3>
<h3>Pertama, jangan jadikan uang sebagai motivasi utama Anda bekerja.</h3>
<p>Ketika Anda bekerja, pastikan Anda mengejar sesuatu yang lebih berharga daripada uang.</p>
<p>Apakah itu? Itu dapat berupa kepuasan dalam bekerja karena Anda mengerjakan hal yang Anda sukai. Oleh karena itu, Anda akan semangat dalam bekerja dan diri Anda pun akan berkembang.</p>
<p>Lebih daripada itu, itu dapat berupa kesempatan untuk melayani orang lain. Ketika Anda tahu bahwa apa yang Anda kerjakan memberikan dampak positif bagi sesama, itu akan menjadi sebuah hal yang lebih membahagiakan.</p>
<p>Dan di atas semuanya, itu dapat berupa kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Karena itu adalah sesuatu yang bernilai kekal, yang menjadi tujuan kita hidup dalam dunia ini.</p>
<p>Pada akhirnya nanti, kita takkan pernah menyesal jika kita bekerja untuk memuliakan Tuhan.</p>
<p>“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)</p>
<h3></h3>
<h3>Kedua, investasikanlah uang Anda dalam sesuatu yang bersifat kekal.</h3>
<p>Saat ini, topik investasi menjadi topik yang amat digemari. Dunia menawarkan berbagai macam jenis investasi yang menjanjikan pertumbuhan jumlah uang yang kita miliki.</p>
<p>Mulai dari yang paling sederhana seperti menabung, reksa dana, emas, properti, dan sampai yang berbelit-belit seperti saham.</p>
<p>Apakah salah menginvestasikan uang kita dalam pundi-pundi di atas?</p>
<p>Tidak! Namun kita perlu ingat, bahwa uang yang kita hasilkan bukanlah untuk kepentingan kita sendiri saja. Kita mau menghasilkan uang yang lebih banyak karena kita mau lebih banyak mengasihi.</p>
<p>Oleh karena itu, kita tidak akan menginvestasikan uang kita <strong>hanya</strong> dengan cara-cara di atas.</p>
<p>Kita akan menginvestasikan uang kita untuk sesuatu yang lebih bernilai kekal. Itulah investasi yang sejati.</p>
<p>Ketika kita punya uang Rp 100.000, sebelum digunakan itu tidaklah lebih dari selembar kertas biasa.</p>
<p>Ketika kita gunakan uang itu untuk membeli barang yang kita inginkan, kita baru melihat nilai sesungguhnya dari uang itu. Ternyata uang itu dapat membuat kita makan enak dan kenyang. Dan rasa kenyang tentu lebih berharga daripada selembar kertas.</p>
<p>Namun, jika kita hanya menggunakan uang kita untuk diri kita sendiri, nilainya masih sangat jauh dari kekal.</p>
<p>Ketika kita meninggal, semua nilai itu akan menjadi tidak bernilai lagi. Kehadiran kita dalam dunia tidak memberi perbedaan positif bagi lingkungan kita.</p>
<p>Sesuatu yang lebih kekal adalah ketika kita menginvestasikan uang kita untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.</p>
<p>Ketika kita membantu sesama kita yang membutuhkan, Anda telah menukarkan selembar kertas biasa dengan sukacita dalam hati karena melihat senyum yang terkembang di wajah sesama kita.</p>
<p>Karena hidup ini bukanlah tentang berapa banyak uang yang kamu dapatkan, tapi berapa banyak kasih yang kamu berikan.</p>
<p>Dan benar, ini memanglah tidak mudah dan seringkali butuh pengorbanan.</p>
<p>Namun ini semua sungguh tidak sia-sia. Kita telah menginvestasikan uang kita di dalam hati sesama-sesama kita.</p>
<p>Setidaknya, ketika kita meninggal, harta kita tetap ada di dalam hati orang-orang yang kita kasihi. Perbedaan positif yang tampak di dalam lingkungan kita menjadi bukti nyata dari buah kekayaan kita.</p>
<p>Namun, meskipun perubahan positif dalam lingkungan kita akan bertahan lebih lama daripada perubahan positif yang hanya pada diri kita sendiri, hal itu tidaklah kekal.</p>
<p>Untuk menjadikannya sesuatu yang kekal, kita harus menginvestasikan uang kita untuk memuliakan Allah.</p>
<blockquote><p>“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21).</p></blockquote>
<p>Lalu bagaimana caranya mengumpulkan harta di sorga?</p>
<blockquote><p>“Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:17-18)</p></blockquote>
<p>Pertama, lakukanlah sesuatu dengan tulus untuk Allah dan bukan untuk mencari pujian manusia.</p>
<p>Lalu, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu untuk Allah?</p>
<blockquote><p>“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40)</p></blockquote>
<p>Ah, ternyata mengasihi Allah harus diwujudkan dengan mengasihi sesama.</p>
<p>Dan ketika kita melakukan sesuatu yang didorong oleh rasa kasih kita kepada Allah dan sesama, itulah investasi kekal kita.</p>
<p>Wujud kasih kita akan menjadi nyata ketika kita memberi dan ketika kita berkorban untuk sesama kita dengan tulus. Bukan untuk mengharapkan imbalan, tapi kita lakukan karena kita begitu mengasihi Allah dan sesama.</p>
<p>Allah yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih itu begitu meluap dalam diri kita sehingga kita tidak mungkin tidak membagikannya kepada sesama-sesama kita.</p>
<p>Maka, ketika kita mengerti konsep investasi kekal ini, kita akan mulai berinvestasi dengan memberikan kasih kita kepada sesama kita yang membutuhkan.</p>
<p>Dan ketika kita menginvestasikan uang kita agar bertambah banyak dalam tabungan dan investasi lainnya, itu karena kita ingin mengasihi sesama kita lebih lagi, dan tentunya harus kita tunjukkan dalam perbuatan kita.</p>
<p>Kita takkan memboroskan uang kita, karena kita ingin terus memberi.</p>
<p>Kita akan senantiasa bersyukur, karena Tuhan telah memberi anugerah yang tak terkira pada Anda.</p>
<p>Jika Anda dapat membaca tulisan ini dengan nyaman di kursi Anda, sadarilah Anda telah memiliki sesuatu yang sangat berharga, yaitu kesehatan Anda, setidaknya kesehatan otak Anda sehingga Anda masih dapat membaca tulisan ini.</p>
<p>Ingatlah, teman saya harus mengeluarkan biaya Rp 60 juta untuk membuat otaknya menjadi normal kembali, itu pun tidak ada jaminan pasti berhasil.</p>
<p>Dengan kata lain, kita yang memiliki otak yang sehat, sesungguhnya telah mendapatkan hadiah yang tak terkira banyaknya… Bagaimana mungkin kita tidak bersyukur akan semuanya itu?</p>
<p>Marilah kita biasakan diri kita untuk bersyukur kepada Tuhan, karena kasih dan sukacita datang dari dalam hati yang melimpah dengan syukur.</p>
<p>Bersyukurlah jika Anda masih dapat bersyukur hari ini.</p>
<p>Karena kemampuan untuk bersyukur juga adalah anugerah Tuhan.</p>
<p>Tuhan memberkati kita semua,</p>
<p>Charles Christian</p>
<p><strong>P.S.</strong> Ketika Allah mengizinkan penderitaan, Dia juga memberikan penghiburan. Tuhan, aku berdoa agar seandainya Tuhan berkehendak, Tuhan memulihkan keadaan sahabatku Haris Gunawan dan Lauren Siana yang saat ini sedang terbaring di RS karena kecelakaan. Juga kiranya Tuhan yang memberikan penghiburan, kekuatan, hikmat, dan kecukupan untuk keluarga yang merawatnya. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1500&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/09/07/inilah-cara-terbaik-untuk-menginvestasikan-uang-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sisi Positif dari Kekalahan Arsenal 2-8 Manchester United</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2011/08/31/sisi-positif-dari-kekalahan-arsenal-2-8-manchester-united/</link>
		<comments>http://charleschristian.wordpress.com/2011/08/31/sisi-positif-dari-kekalahan-arsenal-2-8-manchester-united/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charles</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Soccer]]></category>
		<category><![CDATA[Arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://charleschristian.wordpress.com/2011/08/31/sisi-positif-dari-kekalahan-arsenal-2-8-manchester-united/</guid>
		<description><![CDATA[Manchester United 8 &#8211; 2 Arsenal Itulah score akhir dari pertandingan di pekan ketiga Premier League musim ini. Sebuah pertandingan yang awalnya disebut-sebut sebagai pertandingan &#34;big match&#34;. Dan hari ini saya, seorang fans klub Arsenal, menonton langsung pertandingannya di TV. Jika hasil ini diperhadapkan pada saya enam tahun yang lalu, saya pasti akan bad mood [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1499&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Manchester United <strong>8 &#8211; 2 </strong>Arsenal</p>
</blockquote>
<p>Itulah score akhir dari pertandingan di pekan ketiga Premier League musim ini. Sebuah pertandingan yang awalnya disebut-sebut sebagai pertandingan &quot;big match&quot;. Dan hari ini saya, seorang fans klub Arsenal, menonton langsung pertandingannya di TV.</p>
<p>Jika hasil ini diperhadapkan pada saya enam tahun yang lalu, saya pasti akan <em>bad mood</em> seminggu. Saya takkan bisa tidur malam itu. Saya akan mulai memukul ranjang. Semua orang yang ada di dekat saya pasti akan mendengar gerutu saya. Saya akan mencari-cari aib klub MU sebagai tameng saya. Dan saya akan menghindar sebisa-bisanya dari teman-teman saya yang merupakan fans MU.</p>
<p>Jika hasil ini diperhadapkan pada saya tiga tahun yang lalu, saya akan tersenyum sinis, dan berkata, &quot;Ah&#8230; Rasain!&quot; Berbeda dari respon saya sebelumnya, saya malah akan mencaci Arsenal. Saya akan berkata bahwa mereka memang lemah, calon degradasi, dan mereka memang pantas menerima kekalahan itu. Setidaknya, itu membuat saya merasa lebih baik. Tapi, itu berarti saat itu saya tidak ada di pihak Arsenal, yang notabene adalah klub favorit saya.</p>
<p>Ada persamaan di antara kedua respon di atas. Persamaannya adalah, hati saya sama-sama panasnya&#8230;</p>
<p>Hari ini, hal itu benar-benar terjadi. Bisa dikatakan terparah dari yang pernah ada. Lalu bagaimana respon saya kali ini? Puji Tuhan, kali ini saya bersyukur karena saya dapat menemui beberapa hal positif yang hanya akan muncul karena score ini terjadi. Apa saja itu?</p>
<p><strong></strong></p>
<p><span id="more-1499"></span><br />
<h3 align="center">Saya dapat menyalami fans MU sebagai tanda sportivitas</h3>
<p>Ya, saya sungguh kagum bagaimana MU bermain dan dapat mencetak sedemikian banyak gol ke gawang Arsenal. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ucapkan selamat kepada para fans MU, yang tentunya saat ini sedang berbahagia, atas pencapaian positif dari klub kesayangan mereka. Thumbs up! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3 align="center">Saya dapat memberi dukungan pada tim kesayangan saya di saat sulit mereka</h3>
<p>Kesetiaan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Di saat suka, tentu mudah saja untuk setia. Sangat mudah untuk memberi dukungan kepada tim yang selalu menang, dan tentu kita akan memberikannya dengan senang hati.</p>
<p>Namun, bagaimana jika tim kesayangan kita bukannya selalu menang tapi malah tidak pernah menang? Bahkan, malah dipermalukan rival bebuyutannya dengan score 2-8? Ini adalah saat di mana Arsenal paling butuh dukungan dari para fans-nya! Ironisnya, ini adalah saat di mana para fans mulai meninggalkan Arsenal. Mungkin saya adalah satu di antara mereka tiga tahun yang lalu. Saya hanya menjadi fans Arsenal di saat mereka menang. Di saat mereka kalah, saya akan berbalik menyerang mereka&#8230;</p>
<p>Tidak saat ini. Saya memutuskan untuk terus mendukung Arsenal dan tidak akan pindah ke lain hati. Klub lain boleh saja jauh lebih menjanjikan gelar juara, tapi Arsenal sudah ada di hati saya sejak delapan tahun yang lalu. Saya tidak akan meninggalkan mereka, apalagi di saat sulit mereka, di saat ketika mereka benar-benar butuh dukungan.</p>
<p>Mungkin banyak orang yang sudah mencoret Arsenal dari tim elite Premier League. Tidak masalah! Karena Arsenal tetap menjadi sebuah tim elite di hati saya, dan saya yakin masih banyak potensi yang dapat tergali di dalamnya. Saya yakin, Arsenal masih ada harapan. Saya yakin, Arsenal masih bisa juara! Namun, seandainya pun tidak, satu hal yang pasti, saya akan tetap menjadi fans Arsenal.</p>
<h3 align="center">Arsenal masih dapat merasakan rasa sakit</h3>
<p>Loh, kok merasakan sakit malah bersyukur? Oh, tentu! Karena ketika kita merasa sakit, saat itulah kita akan mulai mencari obatnya. Saat itulah kita mulai mencari pertolongan untuk kesembuhan kita. Setidaknya, rasa sakit takkan bisa membuat kita untuk tetap diam.</p>
<p>Pagi ini, saya baru saja menonton sebuah video tentang seorang dokter penyakit kusta. Seperti yang kita tahu, penderita kusta identik dengan bagian-bagian tubuh yang hilang, seperti jari tangan yang hilang satu-dua ruas, atau jari kaki, atau anggota tubuh lainnya. Menarik sekali sang dokter meneliti dan menyimpulkan bahwa bukan bakteri kustalah yang menyebabkan mereka kehilangan anggota tubuh itu. Namun, bakteri kusta merusak saraf mereka sehingga mereka tidak bisa lagi merasakan sakit. Dan karena itu, mereka tidak sadar ketika bagian tubuh mereka terluka, dan akhirnya sampai putus. Kenapa? Karena mereka tidak merasakan sakit!</p>
<p>Jadi, ketika Arsenal merasakan sakitnya setelah kalah dari pertandingan ini, saya yakin mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan mulai memperbaiki banyak hal yang mungkin jadi kelemahan mereka. Mereka jadi mengetahui apa yang menjadi kelemahan mereka. Kalau saja mereka hanya kalah 0-2, mungkin mereka dapat mengabaikannya dan mengatakan, &quot;Ah&#8230; Itu hanya karena kita kurang beruntung&#8230;&quot; Tapi lain ceritanya ketika mereka kalah 2-8, mereka tentu akan bekerja keras meningkatkan kinerja mereka.</p>
<h3 align="center">Humiliation will make you humble</h3>
<p>Atau kalau diterjemahkan: &quot;Ketika kamu dipermalukan, kamu sedang dibentuk untuk menjadi rendah hati&quot;.</p>
<p>Kerendahan hati adalah suatu hal yang langka di sepak bola, setidaknya menurut pengamatan saya. Kesombongan &quot;sang pemenang&quot; dan iri hati serta kebencian &quot;sang pecundang&quot; masih lebih mendominasi.</p>
<p>Dahulu, Arsenal adalah sebuah tim yang sangat digdaya, dan sempat mencatatkan rekor 49 kali tidak terkalahkan. Arsenal seperti berada di atas awan, begitu pula fans-fansnya, termasuk saya saat itu. Kini, Arsenal tidak lagi berada di atas awan. Kekalahan ini menyebabkan Arsenal turun dan terkubur jauh di dalam bumi. Dan ini adalah saatnya Arsenal untuk mulai maju dengan sebuah kerendahan hati.</p>
<p>Kekalahan ini membuat saya tidak bisa sombong lagi, karena memang tak ada yang bisa disombongkan. Maka, ini adalah kesempatan yang paling baik untuk belajar menerima dengan kerendahan hati. Kerendahan hati yang akan mengikis segala kesombongan yang mematikan.</p>
<h3 align="center">Dan akhirnya saya bersyukur&#8230;</h3>
<p><strong></strong></p>
<p>Saya bersyukur karena saya baru saja menikmati pertandingan yang begitu seru yang membuahkan 10 gol.</p>
<p>Saya bersyukur karena ini bukanlah akhir pertandingan. Arsenal baru menginjak pekan ketiga. Masih ada 35 pekan tersisa yang menentukan&#8230;</p>
<p>Saya bersyukur karena Tuhan membukakan begitu banyak pelajaran berharga melalui sebuah pertandingan ini.</p>
<p>Dan terutama saya bersyukur karena hidup-mati saya tidak ditentukan oleh pertandingan ini. Saya bersyukur saya memiliki jaminan kehidupan kekal yang lebih pasti di dalam Tuhan Yesus, yaitu ketika saya percaya kepada-Nya. Sesuatu yang jauh lebih pasti daripada sebuah hasil pertandingan sepak bola.</p>
<p>Ingatlah kawan, ketika kita tiba pada sebuah titik di mana kita tergoda untuk menjadi <strong>iri hati</strong>, segeralah cari penawar ini&#8230;</p>
<p>Penawarnya adalah <strong>rasa syukur </strong>atas anugerah Allah.</p>
<p>Karena iri hati datang dari kegagalan kita untuk mensyukuri hal-hal luar biasa yang sebenarnya telah kita dapatkan, hanya kita tidak sadari.</p>
<p>Maka, di tengah pergumulanmu saat ini, di tengah ketidakadilan yang mungkin engkau rasakan, di tengah sulitnya engkau melihat kebahagiaan orang lain&#8230; Carilah hal positif, anugerah Allah yang ada di dalamnya, dan syukurilah hal tersebut. Cobalah berdoa dan minta kekuatan daripada Tuhan agar kita dapat melihat kebaikan di tengah penderitaan yang kita alami. Dan percayalah, di detik pertama engkau mulai bersyukur, di detik itu pula iri hati itu akan mulai sirna.</p>
<p>Semua yang Tuhan izinkan terjadi takkan terjadi tanpa alasan yang mulia, yaitu agar kita dapat terus bertumbuh, seperti yang dikehendaki Tuhan dalam Kolose 2:7 berikut.</p>
<blockquote><p>Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.</p>
</blockquote>
<p>Dan akhirnya, saya percaya, Arsenal masih punya harapan. Marilah kita maju bersama dengan sebuah kerendahan hati. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tuhan memberkati kita semua,</p>
<p>Charles Christian</p>
<p>29 Agustus 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/charleschristian.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/charleschristian.wordpress.com/1499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=charleschristian.wordpress.com&amp;blog=1483176&amp;post=1499&amp;subd=charleschristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://charleschristian.wordpress.com/2011/08/31/sisi-positif-dari-kekalahan-arsenal-2-8-manchester-united/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/012b832b83d99ff4355a8b9731fba30d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Charles</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
