<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Benarkah kamu sayang padanya?</title>
	<atom:link href="http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/</link>
	<description>Be Inspired, Inspire Others</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jan 2010 11:36:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: natalia</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/comment-page-1/#comment-2922</link>
		<dc:creator>natalia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 09:13:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=415#comment-2922</guid>
		<description>Bagus ya ceritanya.. dapet darimana sih? 

Ohh..gua inget, dari buku yang udah dicetak milyaran kopi ke seluruh dunia, kan? 

Hehe.. setuju, les... Ini baru yang dinamain &quot;the greatest love of all&quot;..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus ya ceritanya.. dapet darimana sih? </p>
<p>Ohh..gua inget, dari buku yang udah dicetak milyaran kopi ke seluruh dunia, kan? </p>
<p>Hehe.. setuju, les&#8230; Ini baru yang dinamain &#8220;the greatest love of all&#8221;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hansel</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/comment-page-1/#comment-1449</link>
		<dc:creator>Hansel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 15:13:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=415#comment-1449</guid>
		<description>bah.. gw pikir u mo share story pengalaman pribadi les..

hihihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bah.. gw pikir u mo share story pengalaman pribadi les..</p>
<p>hihihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lex dePraxis</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/comment-page-1/#comment-1123</link>
		<dc:creator>Lex dePraxis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 03:09:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=415#comment-1123</guid>
		<description>&quot;Rasa sayang tidak dapat dilepaskan dari kesetiaan.&quot;

Memang benar, namun rasa sayang tidak selalu dengan otomatis menciptakan kesetiaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Rasa sayang tidak dapat dilepaskan dari kesetiaan.&#8221;</p>
<p>Memang benar, namun rasa sayang tidak selalu dengan otomatis menciptakan kesetiaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hanggadamai</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/comment-page-1/#comment-1081</link>
		<dc:creator>hanggadamai</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 02:53:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=415#comment-1081</guid>
		<description>warisan itu ndak perlu diminta 
jangan jadi seperti si anak bungsu ,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>warisan itu ndak perlu diminta<br />
jangan jadi seperti si anak bungsu ,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yud1</title>
		<link>http://charleschristian.wordpress.com/2008/08/15/benarkah-kamu-sayang-padanya/comment-page-1/#comment-1074</link>
		<dc:creator>yud1</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 19:49:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://charleschristian.wordpress.com/?p=415#comment-1074</guid>
		<description>poin pertama kedua dan ketiga oke, tapi... kok yang terakhir agak mengganjal yah.

&lt;blockquote&gt;Si anak sulung tidak terima si anak bungsu yang buruk itu diperlakukan sebegitu istimewa, [...] Seandainya si anak sulung benar-benar sayang kepada ayahnya, tentunya dia juga ikut bersukacita karena ayah yang disayanginya bersukacita.&lt;/blockquote&gt;

ah, itu kan cerita bagusnya! :mrgreen:

nggak, serius deh. IMO, dalam sebuah hubungan (apapun itu), yang penting adalah kedua pihak sama-sama merasa dihargai dan enjoy dengan hubungan tersebut. ketika kedua belah pihak sudah tidak bisa sama-sama senang sebuah hubungan (apapun itu), hal ini berarti bahwa hubungan itu tidak sehat. 

ergo, dalam konteks ini hubungan &#039;ideal&#039; dalam contoh kasus sebenarnya tidak sehat! sang ayah bersikap egois dengan tidak memperhatikan perasaan anak sulungnya, sementara anak sulung bersikap egois dengan tidak mempedulikan perasaan ayahnya.

tapi bukankah cinta (atau kasih sayang, IMO sinonim) meliputi kesediaan untuk saling memahami dan toleransi? dalam kasus ini, yang terlihat malah kontradiksi dari hal tersebut. hubungan yang tidak memperhatikan perasaan dari pihak lain yang terlibat, pantaskah disebut sebagai kasih sayang? ;)

~btw, tampaknya
~masalah ini memang nggak ada matinya ya? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>poin pertama kedua dan ketiga oke, tapi&#8230; kok yang terakhir agak mengganjal yah.</p>
<blockquote><p>Si anak sulung tidak terima si anak bungsu yang buruk itu diperlakukan sebegitu istimewa, [...] Seandainya si anak sulung benar-benar sayang kepada ayahnya, tentunya dia juga ikut bersukacita karena ayah yang disayanginya bersukacita.</p></blockquote>
<p>ah, itu kan cerita bagusnya! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nggak, serius deh. IMO, dalam sebuah hubungan (apapun itu), yang penting adalah kedua pihak sama-sama merasa dihargai dan enjoy dengan hubungan tersebut. ketika kedua belah pihak sudah tidak bisa sama-sama senang sebuah hubungan (apapun itu), hal ini berarti bahwa hubungan itu tidak sehat. </p>
<p>ergo, dalam konteks ini hubungan &#8216;ideal&#8217; dalam contoh kasus sebenarnya tidak sehat! sang ayah bersikap egois dengan tidak memperhatikan perasaan anak sulungnya, sementara anak sulung bersikap egois dengan tidak mempedulikan perasaan ayahnya.</p>
<p>tapi bukankah cinta (atau kasih sayang, IMO sinonim) meliputi kesediaan untuk saling memahami dan toleransi? dalam kasus ini, yang terlihat malah kontradiksi dari hal tersebut. hubungan yang tidak memperhatikan perasaan dari pihak lain yang terlibat, pantaskah disebut sebagai kasih sayang? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>~btw, tampaknya<br />
~masalah ini memang nggak ada matinya ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
