Kekuatan di Balik Kelemahan

Saya cukup sering bertemu dengan orang cacat. Di dalam kereta, saya menemui orang yang hanya memiliki satu kaki, bahkan ada pula yang tidak memiliki satu pun. Saya menemui orang yang buta, berjalan dengan mengandalkan instruksi temannya, atau ada juga yang mengandalkan sebuah tongkat.

Di gereja saya, saya juga mengenal seorang bapak yang sudah mengalami kebutaan selama puluhan tahun. Namun, meskipun demikian, dia dapat pulang ke rumahnya seorang diri. Luar biasa.

Melalui internet, saya juga menemukan banyak orang cacat berkarya dengan begitu luar biasa. Sebutlah Nick Vujicic, seorang yang lahir tanpa tangan dan kaki, dan tetap dapat melakukan hal-hal layaknya orang normal. Atau, tengoklah Fanny Crosby, yang sudah mengalami kebutaan sejak masa kecilnya, namun di akhir hidupnya berhasil menggubah 8000 lagu. Lihatlah perjuangan Peng Shulin, yang mengalami kecelakaan pada tahun 1995 yang membelah tubuhnya menjadi dua, dan dia terus berjuang untuk hidup sampai sekarang. Sekarang, dia telah dapat berjalan lagi dengan bantuan kaki buatan.

Nick Vujicic

Peng Shulin

Peng Shulin

Saya merasa kagum dengan mereka. Mereka, di tengah ketidakmampuan mereka, dapat menghasilkan hal-hal yang besar, yang bagi orang normal rasanya tidak mungkin. Mereka telah menunjukkan bahwa kesulitan dan kelemahan yang mereka miliki, itulah yang mendorong mereka untuk berjuang lebih keras. Mereka berjuang lebih keras untuk mengalahkan ketidakmampuan mereka, hingga akhirnya mereka menjadi seorang yang lebih tangguh dibandingkan orang-orang yang tidak cacat di sekitar mereka.

Orang buta biasanya (dan seharusnya) memiliki pendengaran yang lebih baik dan lebih tajam. Saya pernah datang ke sebuah toko buku loak. Penjualnya buta. Ketika saya berdiri di depan tokonya, dia langsung berkata, “Mau cari apa?”, meskipun dia menengok ke arah yang salah. Dia tahu bahwa ada saya di depan dia. Dia tidak menanyakan pertanyaan itu kepada orang yang hanya lewat saja, dia menanyakannya pada orang yang berdiri di depannya. Pendengarannya sudah terlatih untuk mengenali hal.

Kemudian saya berpikir, banyak orang yang mengalami kesulitan, kelemahan, kegagalan, kekecewaan, dan pada akhirnya mereka berhasil menjadi orang yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sukses dibandingkan orang yang hidupnya enak-enak saja, jarang diterpa badai masalah.

Seorang anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang memadai dan yang memaksanya untuk berjuang, dapat membuat mereka menjadi orang yang kuat di kemudian hari. Tokoh Lintang di dalam novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hinata, adalah salah satu anak yang berjuang dengan keras bersepeda 80 Km setiap hari untuk mengenyam pendidikan. Akhirnya, Lintang akan lebih menghargai pendidikan yang dia terima, dibandingkan dengan anak-anak yang disekolahkan orang tuanya tanpa kesulitan apa pun. Sebaliknya, anak yang diberikan segala sesuatunya oleh orang tuanya, terus menerus disenangkan di masa kecilnya, segala keinginannya terpenuhi, akan terbentuk menjadi seorang anak yang manja di masa depannya, yang sangat rentan jatuh ketika menghadapi masalah kecil.

Bill Gates, yang sempat menjadi orang yang terkaya di dunia oleh perusahaannya, Microsoft, adalah seorang yang mengalami drop out di masa kuliahnya. Namun, Bill tidak jatuh dan larut di dalam kegagalan itu. Dia terus berjuang, hingga akhirnya terciptalah Microsoft.

Contoh sederhana lain… Ketika belum ada handphone, kita mudah mengingat nomor telepon. Namun, saat ini, di mana phone book di handphone sudah bisa memuat ratusan bahkan ribuan nomor telepon, membuat kita mengandalkan handphone kita untuk mencari nomor telepon orang. Mungkin saat ini sudah sulit bagi kita untuk mengingat nomor telepon orang, sesuatu yang mungkin sebenarnya tidak sulit 10 tahun yang lalu. Kemudahan yang diberikan kepada kita dapat membuat kita menjadi malas. Kemalasan itulah yang membuat potensi-potensi yang ada di dalam diri kita menjadi tidak tergali.

Ada dua tipe respon orang yang mengalami masalah.

Tipe pertama adalah mereka yang menyerah dengan masalah mereka. Mereka yang terus menyesalkan mengapa mereka memiliki kelemahan di dalam diri mereka. Mereka yang terus larut di dalam kekecewaan dan terus menyalahkan diri sendiri atas kegagalan mereka. Mereka seolah diam di tempat, bahkan mundur, dan tidak menatap ke masa depan. Bagi mereka, masa depan seolah tertutup awan yang sangat tebal.

Tipe kedua adalah mereka yang terus berjuang menghadapi masalah mereka. Mereka yang berjuang menghadapi kelemahan mereka, bahkan membuat kelemahan itu menjadi kekuatan lain, seperti halnya kebutaan seseorang yang menajamkan pendengarannya. Mereka yang belajar dari kegagalan mereka dan terus melangkah maju. Mereka yang pantang menyerah, yang pada akhirnya berhasil.
Termasuk tipe orang yang yang manakah Anda?

Jika saat ini Anda mengalami masalah, kesulitan, kelemahan, kekecewaan, dan kegagalan di dalam hidup Anda, jadikanlah hal-hal itu sebagai sarana untuk membuat Anda menjadi kuat, menjadi tangguh, menjadi sukses. Kesuksesan tidak selalu diukur dengan uang. Keberhasilan Anda melewati masalah Anda juga adalah sebuah kesuksesan. Ingatlah juga, Tuhan selalu menyertai kita. Mintalah pertolongan-Nya, dan Dia akan berjuang bersama dengan kita. Tanpa Dia, kita takkan bisa berbuat apa-apa.

Jadikanlah kelemahanmu menjadi sebuah kekuatan baru… Kekuatan yang sangat sulit, bahkan tidak dapat diperoleh tanpa kelemahan tersebut. Ingat bahwa Tuhan memiliki rencana di balik setiap kelemahan kita, rencana yang indah untuk kita. :D

2 Korintus 12:7-9
12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

About these ads

12 pemikiran pada “Kekuatan di Balik Kelemahan

  1. wahh.. gw tipe apa yah Cha?? nurut u gw tipe apa?
    hahahah..

    masaLah buat gw kayak permen karet rasa Jeruk..
    nikmatin aja rasanya punya masaLah..
    rasa sedih nya, sakit hatinya, rasa kecewanya,
    semuanya..
    karna toh gw HARUS, dan AKAN nyeLesain masaLah itu..
    sama kyk seLama gw ngunyah permen karet itu,
    sampe permen itu iLang rasanya,
    bakaL ada saat nya gw kepingin terus ngerasain Jeruk itu,
    tapi rasanya udah iLang.

    mgkn jg bakaL ada saatnya gw kepingin punya masaLah tapi gw gk bisa?
    hahahahahah..

    aneh ya..
    tapi gw cukup menikmati masaLah2 gw koQ..
    karna masaLah2 gw membuktikan kLo gw masih idup.
    dan cuma ada satu keadaan di mana gw bakaL jadi orang yg
    kagak punya masaLah.

    yaitu keadaan di mana gw udah bertemu sama Majikan gw.

    hahahahahahah..

    nice bLog, bro~~
    keep on writing~~

  2. charles,, thx.. postingannya keren,, jadi menyadarkan gw spy ga terus-terusan meratapi uas anum tadi XD XD
    masi banyak yg harus dilakukan daripada mikirin masalah” doang^^ hehe..

  3. @RedZz:

    dari komen u, u uda nunjukin qo, kLo u emang seorang pejuang, seorang tipe 2…. keep ur spirit buN… :D

    bener kata u, masaLah adaLah bukti kaLau kita masih hidup. Tidak ada masaLah berarti tidak hidup. Semua orang punya masaLah. Perbedaanya adaLah bagaimana menanggapi masaLah itu.

    Life is beautifuL, if u know how to live it…
    Life is beautifuL, if u know how precious it is…

    GBU…~~~ :D

  4. @_on:

    _on…. kau mengingatkanku pada momen menggetarkan jiwa itu… haha…

    Semangat yaQ…. :D

  5. artikel yg bagus crist….

    saiia termasuk type apa y…

    type N70…

    hehehhe…

    yupz.. bener banget tuh…

    jadikan kelemahan sebagai sebuah kekuatan yang baru…

    :):)

  6. hii…. :)

    hoho iyo mungkin banyak anugrah yang kita telah dapatkan, untuk kelengkapan jasmani kita, untuk orang2 yang ada di sekitar kita, untuk kecukupan, untuk keluarga, sahabat, teman, kepintaran, dll

    tapi terkadang kita kurang bersyukur atas semuanya anugrah itu, sebab gk semua orang seberuntung kita, karena melihat dari masih banyak orang yang hidup berjuang dengan kekurangannya..

    seharusnya kita gk gampang bersungut-sungut yo… melihat anugrah yang kita dapatkan, baik secara sadar maupun gk sadar^^,

    hidup dengan penuh ucapan syukur itu baik untuk kita semua ya, bersyukur selalu.. ciayo:)

    Gbu charles…

    Sujz ;p

  7. lindawatirahaju

    bersuka cita selalu
    berdoa senantiasa
    ucapkanlah syukur
    dalam sgala perkara

    simple, yet difficult if try to do this with our own strength…

  8. semuanya pasti ada hikmahnya…

  9. @valent:
    hehe, emang tipe HP N70… :mrgreen:
    Makasi ya. Kalau untuk tipe, Valent lah yang paling mengerti diri Valent masuk tipe yang mana… Semoga tipe dua ya… :D

    @Sujono:
    Setuju Sujz… Kita harus bersyukur selalu untuk semua hal (bahkan yang paling kecil sekalipun) yang ada di dalam hidup kita… Bersyukur senantiasa untuk segala sesuatu. Gbu 2… :D

    @lindawatirahaju:
    yeah, meskipun terlihat simple, hal-hal itu sangat sulit untuk dilakukan, dan tidak mungkin bisa kita lakukan sendiri. Kita harus senantiasa bergantung dan meminta pertolongan Tuhan… :) Btw, salam kenal… :D

    @hanggadamai:
    Setuju mas Hangga… Semua pasti ada hikmahnya… :D

  10. [...] Masih banyak contoh perjuangan hidup di tengah kesulitan dan keputusasaan, seperti yang ada di sini. [...]

  11. Hi salam kenal

    aku sudah tau nick vujicic and Peng Shulin mereka luar biasa

  12. @Ws:

    Yup, mereka luar biasa…

    Salam kenal juga yah :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s