05.10.08

MLM Tianshi in my opinion… (Part 2)

Posted in Opini, Pemikiran tagged , , , , , , , , , , , , at 9:06 pm by Charles

Tulisan Terkait:

Saya dan Anda bisa saja sukses di bisnis MLM ini, namun setiap kesuksesan tersebut seakan menjadi bom waktu, yang ketika saatnya tiba, akan banyak sekali orang yang akan gagal, bukan karena mereka kurang berusaha atau tidak memiliki impian, tapi karena sistem MLM mengharuskan mereka untuk gagal, dan setiap orang yang menjalankan sistem MLM ini pastinya bertanggung jawab atas kegagalan mereka.

Hal pertama yang akan saya bahas adalah mengenai sistem dari MLM Tianshi (satu-satunya sistem MLM yang saya tahu)… Saya telah beberapa kali dipresentasikan mengenai MLM Tianshi ini, dan di semua presentasi itu, saya mendapatkan satu kesamaan. Kesamaan apakah itu? Semua yang dipresentasikan adalah hal yang bagus-bagus, yang indah-indah, bahwa semua orang yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses, bisa kaya, membantu orang lain, dapet BMW, kapal n pesawat, ditambah testimonial tentang produk Tianshi yang sudah menyembuhkan banyak orang.

Muncul sebuah pertanyaan… Apakah semua yang dikatakan dalam presentasi tersebut itu tepat, ataukah ada yang ditutup-tutupi, bahkan ada hal yang tidak benar dan dipaksakan untuk menjadi benar? Setelah meneliti sistemnya, saya menemukan ternyata banyak hal yang disembunyikan, dan semua kekurangan yang ada di dalamnya dibungkus dengan begitu rapi. Hal-hal apa saja itu?

Semua orang yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses… Benarkah?

Saya beberapa kali dipresentasikan tentang sistem MLM Tianshi ini, dan mereka semua dengan yakin mengatakan “semua orang yang ikut bisnis ini pasti bisa sukses… Kuncinya, 95% adalah impian… Milikilah impian, kejarlah impian itu, anda pasti akan sukses. Kita semua pasti bisa sukses di sini!”

Anda boleh percaya atau tidak… Justru sistem MLM yang mengharuskan banyak orang untuk gagal. Tidak percaya? OK, kita lanjutkan dulu…

Apakah semua yang menjalani bisnis ini pasti bisa sukses? Mari kita tinjau sedikit sistem dari network marketing… Dalam network marketing, untuk menjadi sukses, seseorang harus merekrut orang lain (biasanya disebut downline, semakin banyak semakin bagus), dan sang downline juga harus merekrut downline-downline lainnya… Sistem ini tidak memiliki akhir! Artinya, jika suatu saat MLM ini berakhir, orang-orang yang ada di paling bawah (downline terbawah) pastinya tidak akan sukses (karena tidak bisa mendapatkan downline lagi)!

OK, berikut ini adalah sebuah pemikiran dari saya:

Anggaplah setiap orang merekrut 5 orang untuk menjadi downline langsungnya. Jika ada 1 orang di level pertama, berarti ada 5 orang di level kedua. Kelima-limanya adalah downline langsung orang di level pertama. Jadi, sampai di level kedua, sudah ada 6 orang yang ikut MLM ini…

5 orang di level kedua masing-masing merekrut 5 orang untuk menjadi downline langsungnya, dan menghasilkan 5 x 5 = 25 orang di level ketiga. Total sudah ada 6 + 25 = 31 orang yang ikut MLM sampai level ketiga ini.

Demikian seterusnya, 25 orang di level ketiga masing-masing merekrut 5 orang sehingga ada 125 orang di level keempat. Total ada 31 + 125 = 156 orang level keempat.

Di level 5 ada 5 x 125 = 625 orang, total yang gabung = 625 + 156 = 781 orang

Di level 6 ada 5 x 625 = 3125 orang, total yang gabung = 3125 + 781 = 3906 orang

Di level 7 ada 5 x 3125 = 15625 orang, total yang gabung = 15625 + 3906 = 19531 orang

Di level 8 ada sekitar 78 ribu orang, total yang gabung sekitar 97 ribu orang

Di level 9 ada sekitar 390 ribu orang, total yang gabung sekitar 488 ribu orang

Di level 10 ada sekitar 2 juta orang, total yang gabung sekitar 2,5 juta orang

Di level 11 ada sekitar 10 juta orang, total yang gabung sekitar 12 juta orang

Di level 12 ada sekitar 49 juta orang, total yang gabung sekitar 61 juta orang

Di level 13 ada sekitar 244 juta orang (wow! jumlah penduduk indonesia…), total yang gabung sekitar 305 juta orang

Di level 14 ada sekitar 1,2 milyar orang, total yang gabung sekitar 1,5 milyar orang

Di level 15 ada sekitar 6 milyar orang, total yang gabung sekitar 7,6 milyar orang

Di level 16 ada sekitar 30 milyar orang, total yang gabung sekitar 38 milyar orang…..

Di level 17 ada sekitar 150 milyar orang, dengan total yang gabung sekitar 190 milyar orang!!!

Wow…. ternyata, dengan sistem seperti ini… jumlah orang di level ke-17 sudah melebihi jumlah penduduk bumi beberapa generasi! Pastinya, saya percaya, jaringan MLM Tianshi ini sudah melebihi 17 level… Bahkan, perkiraan saya harusnya sudah mencapai ratusan level.

Btw, itu kan kalau satu orang bisa merekrut 5 orang… Bagaimana kalau satu orang hanya merekrut 2 orang saja? Hal yang sama (yang terjadi di level 17 di atas) akan terjadi di level 38 sistem ini…

Apa yang ingin saya tunjukkan dari ilustrasi di atas?

Terlalu banyak orang yang gagal di bisnis ini. Ini adalah kenyataan yang terjadi… Kenapa mereka gagal? Yah, banyak faktor… Kalau kata yang ngikut bisnis ini, mereka gagal karena tidak punya impian, karena kurang kerja keras, karena ini, karena itu… Pokoknya intinya (kata mereka), kita harus tutup mata pada orang seperti ini (belajar kok dari yang gagal?)… Lihat saja yang berhasil… Yah, saya tidak banyak berkomentar tentang hal pertama ini. Menurut saya, mereka semua gagal karena banyak faktor.

Kalau semua penghuni bumi sudah ikut MLM ini, lalu gimana? Nah, ini adalah yang ingin saya tekankan… Seperti apa pun sistemnya, selama itu adalah network marketing, pasti akan ada suatu saat di mana terjadi titik jenuh… Apa artinya? Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa dijadikan downline… Kalau ini terjadi, pastinya downline yang ada di level paling bawah (yang tentunya paling banyak –> silakan lihat ilustrasi di atas) yang pasti akan gagal karena sistem MLM

Gampangnya, bayangkan semua penduduk bumi sudah ikut MLM ini. Lalu, siapa lagi yang akan direkrut? Anak-anak mereka? Pertumbuhan manusia pastinya kalah jauh sama pertumbuhan MLM ini, jadi pasti tidak akan bisa. Jadi? Yah, mereka pasti gagal! Ironisnya, jumlah mereka yang ada di level terbawah jauh lebih banyak dari total semua pengikut MLM di level-level sebelumnya. Coba lihat ilustrasi di atas, jumlah pengikut MLM total dari level 1 sampai level 16 ada 38 milyar orang, tapi jumlah pengikut MLM yang ada di level 17 ada 150 milyar orang. Seandainya, di titik ini terjadi kejenuhan, 150 milyar orang itu pasti gagal, yang pastinya jumlah orang yang sukses tidak akan melebihi angka 38 milyar (bahkan jauh di bawah itu).

Sebuah bahan renungan bagi orang yang ikut MLM… Anda mungkin saja satu orang di antara 38 milyar orang itu, tapi tahukah Anda, setiap downline yang Anda rekrut akan menyebabkan berlipat-lipat orang akan gagal di saat titik jenuh itu terjadi? 150 milyar orang ini gagal bukan karena mereka tidak memiliki impian, bukan karena mereka tidak berusaha, tapi karena sistemnya yang mengharuskan mereka mendapatkan downline, sudah tidak bisa mereka penuhi lagi, karena tidak ada lagi yang bisa jadi downline.

Warning: Mereka yang mempresentasikan tentang sistem MLM ini sangat pandai dalam menyembunyikan fakta ini. Ada yang berkata: “walah, ngapain juga diitung-itung…. cape-capein aja…”, padahal semuanya perlu perhitungan. Ada yang berkata: “walah, kebanyakan mikir, kapan kayanya?”, padahal kita perlu berpikir sebelum mengambil kesimpulan. Ada yang berkata: “yah susah deh kalau bagus, dijelek-jelekin terus…” padahal, bisakah mereka membantah keburukan-keburukan tersebut?

Kenapa mereka tidak memberitahukan faktanya? Karena mereka butuh downline. Kalau mereka tidak mendapat downline, mereka tidak akan sukses!

OK, inti postingan saya kali ini adalah:

Saya dan Anda bisa saja sukses di bisnis MLM ini, namun setiap kesuksesan tersebut seakan menjadi bom waktu, yang ketika saatnya tiba, akan banyak sekali orang yang akan gagal, bukan karena mereka kurang berusaha atau tidak memiliki impian, tapi karena sistem MLM mengharuskan mereka untuk gagal, dan setiap orang yang menjalankan sistem MLM ini pastinya bertanggung jawab atas kegagalan mereka.

Tulisan saya tentang MLM Tianshi ini tidak berhenti sampai di sini. Bahkan, bagian paling penting yang ingin saya kemukakan belum saya kemukakan sekarang. Ada lebih banyak masalah yang berhubungan dengan moral yang lebih berbahaya daripada sekedar sistem MLM ini. So, stay tune… :D

~Maaf jika ada kata-kata saya yang menyinggung… Itu hanyalah murni pendapat dan pemikiran saya.

37 Comments »

  1. Marketing » MLM Tianshi in my opinion… (Part 2) said,

    10 May 2008 at 10:29 pm

    [...] post by Charles You can also bookmark this on del.icio.us or check the [...]

  2. yud1 said,

    11 May 2008 at 12:26 am

    [...] adalah network marketing, pasti akan ada suatu saat di mana terjadi titik jenuh… Apa artinya? Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa dijadikan downline… [...]

    nice point here. ini adalah hal yang sebenarnya memang pasti terjadi, dan pada dasarnya memang nature dari network marketing ya seperti itu.

    tapi ada satu poin yang tidak (atau belum? ;) ) di-cover di sini. umumnya, network marketing terdiri atas dua sisi: pertama adalah rekrutmen anggota baru, dan yang kedua adalah pemasaran produk itu sendiri.

    di sini, pada dasarnya yang terjadi adalah propagasi hasil kerja dari para downline ke upline masing-masing. tentu saja, dengan rasio yang bisa ditentukan (dan seharusnya dengan margin profit yang cukup lumayan unutk para downline). jangan lupa bahwa ini adalah sisi utama dari sebuah network marketing: pada dasarnya, income-nya ya dari produk-produk yang dijual ini.

    dalam kasus ini, stagnasi pasar akan terasa ketika perusahaan justru menekankan untuk merekrut orang alih-alih melakukan pemasaran produk. kenapa begitu? soalnya ketika titik jenuh sudah tercapai, pasar tidak akan berkembang; ini terjadi terutama karena dua poin.

    (1) penjualan produk ke orang-orang di luar lingkaran akan semakin sulit (karena penjualan intern perusahaan tidak memungkinkan)

    (2) persaingan antara masing-masing downline, terutama dengan upline yang berbeda.

    IMO, jauh lebih penting bagi seorang praktisi MLM untuk menguasai basis pasar terlebih dahulu (dan penanaman brand image tentunya) sebelum mulai melakukan pendekatan secara multi-level untuk rekrutmen personel. tentu saja, harus dikontrol juga mengenai berapa banyaknya marketing-level yang dibutuhkan untuk menghindari stagnasi pasar.

    simply said, pembentukan basis untuk menentukan demand di pasar adalah hal yang penting. perlu juga diperhatikan, bahwa jumlah orang yang berada di luar lingkaran perusahaan (dan memiliki demand tentunya) harus tetap dipertahankan demi menjaga kelangsungan pasar.

    tidak perlu perhitungan rumit untuk mengatakan bahwa apabila pasar perusahaan MLM sudah stagnan (baca: arus barang dari induk perusahaan ke luar perusahaan tidak dapat dikembangkan lagi), maka sudah waktunya untuk melakukan ekspansi ke daerah lain.

    tentu saja, internal buyer masih memegang peranan untuk bisnis MLM di daerah tersebut. tapi untuk rekrutmen anggota selanjutnya, pasar yang sudah stagnan adalah big no-no.

    dalam keadaan seperti ini, mungkin pendekatan limited-level marketing agak lebih cocok untuk digunakan… tapi entahlah, saya sendiri juga tidak punya basis yang memadai soal ini.

    ~cuma sebuah
    ~pandangan tentang MLM in general ;)

  3. Marketing » Blog Archive » MLM Tianshi in my opinion… (Part 2) said,

    11 May 2008 at 12:37 am

    [...] Original post by Charles [...]

  4. Refly Hadiwijaya said,

    11 May 2008 at 1:07 am

    Ga pernah setuju dengan MLM emang….
    Daripada ikut MLM mendingan buka lapangan kerja buat orang lain. Lebih baik dari MLM. Manfaatkan apa yang udah Tuhan berikan (skill, bakat, dll). Sistem MLM adalah sistem yang ga memanfaatkan itu.

  5. Oom Senang, Hati Riyang... said,

    11 May 2008 at 1:45 pm

    http://mbelgedez.wordpress.com/2007/09/01/mlm-tipu-muslihat-berkedok-bisnis-mlm-part-2/

  6. diorockout said,

    11 May 2008 at 2:43 pm

    Huh, dari dulu gk prnah stju yg namanya MLM, buls*t

  7. Andra said,

    11 May 2008 at 2:51 pm

    Lanjut ke part berikutnya, char..!

  8. Okta Sihotang said,

    11 May 2008 at 7:55 pm

    oh…MLM yang multi level marketing toh…
    aku kira MLM yang itu..tu..tu.. (main mata - muka genit mode on)

  9. iman said,

    11 May 2008 at 9:24 pm

    mau ngebahas yang blang mlm akan jenuh.menurut aku ga akan jenuh sebab :
    1.pertumbuhan distributor mlm jauh lebih kecil dibanding pertumbuhan penduduk.ga percaya?liat aja orang indo kan hobi tuh bikin anak apalagi MBA
    2.O iya nati tgl 24 agustus 2008 SBY kerja sama tuh ama tianshi,so presiden sama anda lebih bnyk mana masalahnya??pasti dia ngeliat sesuatu dari tianshi apa aja keuntungannya.lagipula orang indo mase bnyk yang belum tau tianshi.Kemaren aja aku presentasi orang kerja di bndung mase belum tau tianshi.
    3.bagi yg sedikit negatif mending baca aja buku cashflow quadrant,bukan buku tianshi tuh

  10. Refly Hadiwijaya said,

    11 May 2008 at 10:35 pm

    @iman
    Punya bukti nyata (data statistik hasil survey dan sebagainya) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih besar dibanding pertumbuhan distributor MLM? Kalaupun iya, bukankah udah dibahas sama charles, ga mungkin anak2 disuruh ikut MLM.
    Asumsikan bahwa minimal 17 tahun (katanya udah dewasa) baru ikut MLM. Apakah pertumbuhan distributor MLM dalam 17 tahun masih jauh lebih kecil daripada pertumbuhan penduduk 1 tahun…?

    Yang nomor 2 & 3 ga ada hubungannya dengan pendapat MLM akan jenuh.

  11. hanggadamai said,

    12 May 2008 at 9:33 am

    oo gitu ya..
    *baru tw*

  12. waterbomm said,

    12 May 2008 at 10:50 am

    MLM ya?? koq saya ga begitu suka ya??? ga tau kenapa :D

  13. anthonysteven said,

    13 May 2008 at 9:10 am

    @iman

    pertumbuhan MLM bergerak secara eksponensial, pertumbuhan penduduk bergerak secara linear. Pastilah ada kejenuhan pasar :)

    untuk kiyosaki, bisa baca: http://www.johntreed.com/kiyosaki.html

  14. Oom Senang, Hati Riyang... said,

    14 May 2008 at 6:24 pm

    NGAKAK GULING_GULING SAMA KOMEN IMAN…. :lol: :lol: :lol:

  15. Totok Sugianto said,

    14 May 2008 at 10:56 pm

    bagus ulasannya… BTW apa anda juga menggeluti bisnis MLM juga? dari dulu bisnis MLM ini seperti gak ada matinya. selalu ada redup kemudian muncul yang baru.. saya pikir pelaku bisnis ini juga orang yang itu2 juga :D gagal di tempat lama kemudian bikin yang baru.. yg penting ngejar untuk jadi yg pertama. ;)

  16. sigid said,

    16 May 2008 at 4:15 pm

    Analisis yang menarik mas, benar-benar bagus :grin:
    Kebetulan beberapa waktu lalu saya juga dipresentasi sebuah produk MLM dari Malaysia.
    Beberapa kali saya dipresentasi dan tiap kali pula rasanya mengganggu.
    Secara garis ebsar penolakan saya didasarkan pada :
    1. Kawan-kawan MLM dalam presentasi selalu menggambarkan bahwa kehidupan dan pekerjaan saya sekarang menyedihkan dan kalau mau sukses bergabunglah dengan MLM. Well, saya tidak menyedihkan,saya mensyukuri hidup saya.
    2. Seperti gambaran mas Charles diatas, segelintir kesuksesan MLM berpijak pada banyak penderitaan level di bawahnya. Mereka juga kadang bilang bahwa orang-orang yang gagal di MLM bukan gagal namun “memutuskan untuk berhenti sebelum sukses”, bagi saya itu seperti perkataan politisi :mrgreen: .
    3. Tidak ada orang yang produktif lagi, semua orang menjadi penjual produk negara lain. bagaimana ekonomi negara kita bisa jalan jika misal separo penduduknya ikut MLM. Perekonomian bisa berhenti kan kalo gitu.
    4. Mereka menekankan bahwa kehidupan dijamin oleh “kebebasan finansial”. Dalam keyakinan saya, kehidupan dijamin oleh Sang Pembuat Kehidupan :wink: dan saya menjalaninya dan saya percaya.

  17. sigid said,

    16 May 2008 at 4:17 pm

    Aduh, maaf kalau kepanjangan dan hyperlinknya kacau :sad:

  18. Sujono said,

    16 May 2008 at 8:40 pm

    Yo… thx yo charles

    saya senang sekali baca tulisan opinion ini, coz banyak sekali kelemahan-kelemahan MLM yang di tutup-tutupi sampe saya sendiri ampir buta tentang fakta yang ada :(

    dengan penjabaran-penjabaran yang charles lakukan bisa buka pikiran tentang sisi sebenarnya. dan tentunya bisa jadi berkat untuk teman2 supaya gk gampang terjerumus, coz saya setuju dengan kalimat yang saya kutip dari charles “Orang MLM pandai bermain kata-kata”

    saya berharap banget sih opinion ini bisa dibaca oleh banyak temen2 yang ada disini, supaya mata hati dan pikiran na terbuka…

    ada part selanjutnya toh.. ;p hehe

  19. MLM Tianshi in my opinion… (Part 3) « Charles’ Notes… said,

    17 May 2008 at 12:21 am

    [...] MLM Tianshi in my opinion… (Part 1) MLM Tianshi in my opinion… (Part 2) [...]

  20. Charles said,

    17 May 2008 at 1:38 am

    @yud1:

    Yup, terima kasih untuk pendapatnya… :D Bagian itu memang tidak dikover di pembahasan saya, karena saya juga baru tahu tentang hal itu dari yud1… Sekali lagi terima kasih…

    @Refly:
    Bener Ref… Setuju, hehe…

    @Oom Senang, Hati Riyang…
    Segera menuju TKP… *cabut*

    @diorockout:
    Apa yang bikin ga setuju? Samakah alasannya dengan saya? :D

    @Andra:
    Part 3 sudah dihidangkan, siap dinikmati…. :D

    @Okta Sihotang:
    MLM apa nih okta? hehe

    @iman:
    Pertumbuhan penduduk jelas jauh lebih lambat lah daripada pertumbuhan MLM… Kalau pertumbuhan penduduk, dalam seratus tahun tidak akan lebih dari 7 generasi… Sekarang pertumbuhan MLM dalam seratus tahun, bisa ada ratusan bahkan ribuan generasi tuh… Oh iya mas, kalau mau ngasitau Tianshi dan MLM ini, bukakan semuanya ya, kebaikannya n keburukannya… Jangan cuma yang baik-baik aja yang dikasih lihat, itu penipuan namanya. Oke, oke? :D

    @hanggadamai:
    Hoo… ada yang baru tw jg rupanya. Tak sia-sia tulisan saya di sini, hehe…

    @waterbomm:
    Mungkin hati nurani yang menyebabkan hal itu… Bener ga mas? :D

  21. Charles said,

    17 May 2008 at 1:47 am

    @Totok Sugianto:
    Saya tidak menggeluti bisnis ini mas… Saya hanya mendapatkan informasi dari orang yang menggeluti bisnis ini, serta informasi-informasi lain yang ada, seperti CD motivasional Tianshi dan beberapa presentasi akbar yang diadakan Tianshi…

    @sigid:
    makasi mas… bener yang mas sigid katakan, saya juga merasakan terkadang kawan-kawan pengikut MLM menomorsatukan MLM sebagai pekerjaan yang paling baik dan merendahkan pekerjaan lain. Saya juga setuju kalau uang tidak dapat memberikan segalanya… Sang Penciptalah yang memberikan… Dengan financial freedom, akan sangat besar cobaan buat lebih mengandalkan uang daripada Sang Pencipta itu… Btw, hyperlinknya sudah saya perbaiki mas… :D

    @Sujono:
    Yup… sama2 jono… :D Iya, saya selalu menganggap akan lebih adil kalau seorang yang diprospek tidak hanya diprospek dengan pengikut MLM yang sudah jelas pro MLM tersebut… Tapi perlu juga pendapat-pendapat kontra MLM (seperti yang ada di tulisan ini), supaya mereka dapat berpikir dan tidak salah mengambil pilihan… Part selanjutnya sudah siap dinikmati… hehe.

  22. mia said,

    17 May 2008 at 11:54 am

    benar les, setujuuu…hanya saja saya ga pernah bisa menajbarkan ketidaksukaan saya pada MLM melalui tulisan yang berbobot kayak yang charles publikasikan ini, keep writing!

  23. winterwing said,

    17 May 2008 at 8:12 pm

    apakah penduduk bumi tetap?
    apakah semua orang rajin?
    terlalu banyak orang gagal di tianshi? apakah di bidang lain tidak begitu? apakah orang miskin dan menengah tidak disebut gagal?
    apakah maksudnya harus gagal? apakah harus selalu menang? apakah hidup tidak mengenal kata gagal?
    dan apakah gagal itu?

  24. Charles said,

    17 May 2008 at 10:29 pm

    @mia:
    makasi ya mia… Saya juga sulit sih menjabarkannya ke tulisan, jadi yah saya hanya menuliskan apa yang saya pikirkan… Syukur bisa dimengerti… :D

    Mia semangat juga ya… :D

  25. Charles said,

    19 May 2008 at 9:31 am

    @winterwing:

    apakah penduduk bumi tetap?

    Tidak, penduduk bumi terus bertambah. Tingkat pertumbuhan penduduk bumi adalah sekitar 15 - 30 tahun/generasi (lihat saja dari rata2 usia seorang wanita melahirkan, mungkinkah seorang wanita berusia 5 tahun melahirkan?).

    Sekarang, mari kita bahas tingkat pertumbuhan “penduduk” (atau pengikut) MLM. Sejauh yang saya tahu, MLM Tianshi ini berdiri belum sampai 20 tahun. Coba Anda pikirkan, sampai sekarang, sudah ada berapa generasi “penduduk” MLM ini? Dalam kurun waktu yang sama, penduduk bumi baru bertambah 1 generasi, namun “penduduk” MLM telah bertambah puluhan bahkan ratusan generasi. Tingkat pertumbuhan penduduk bumi kalah jauh dari tingkat pertumbuhan “penduduk” MLM. Ini mengakibatkan, suatu saat nanti pasti akan ada satu titik di mana “penduduk” MLM akan sama dengan penduduk bumi, dan di titik itulah MLM akan bubar… Apakah Anda peduli pada downline terbawah Anda saat MLM ini bubar?

    Apakah semua orang rajin?

    Nah, di sini Anda secara tak langsung mengakui kalau orang malas yang hanya bisa bermimpi (95% impian… ;) tidak akan sukses di bisnis ini, benar bukan?

    OK, tidak semua orang rajin… Mungkin maksud Anda, orang yang tidak rajin ini adalah orang yang akan gagal di MLM, dan itu berarti mengurangi pertumbuhan pengikut MLM. OK, itu memang mengurangi, namun itu hanyalah memperlambat terjadinya kejenuhan pasar, yang sudah pasti akan terjadi…

    terlalu banyak orang gagal di tianshi? apakah di bidang lain tidak begitu?

    Ini hanyalah sebuah fakta saja… Memang, di bidang lain pun tidak menutup kemungkinan orang untuk gagal. Tapi, di MLM ini, akan terjadi suatu titik (kejenuhan pasar), dimana sebagian besar pengikut MLM (yang ada di level terbawah) pasti tidak dapat memiliki downline… Coba Anda lihat, berapa banyak orang yang sukses di MLM ini dan tidak memiliki downline. Saya rasa jawabannya tidak jauh-jauh dari 0%. Itu artinya, orang-orang tersebut akan gagal, bukan karena mereka malas atau tidak berusaha, tapi mereka menjadi korban dari sistem MLM ini. Anda sebagai orang yang sukses di MLM ini, turut bertanggungjawab atas kegagalan mereka tersebut…

    apakah orang miskin dan menengah tidak disebut gagal? apakah maksudnya harus gagal? apakah harus selalu menang? apakah hidup tidak mengenal kata gagal?
    dan apakah gagal itu?

    Mas winterwing, yang saya fokuskan di sini bukanlah gagal atau sukses… Tapi bagaimana orang-orang yang sukses di bisnis ini pasti menggagalkan sejumlah besar orang di saat kejenuhan pasar terjadi. Kalau mas berpikir “Yang penting kan saya sudah sukses, downline saya mau gagal sih bodo amat… Saya yang menggagalkan mereka? Emang… terus kenapa?” Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi kalau mas sudah berpikir seperti itu. Tapi, apakah pikiran itu sejalan dengan hati nurani mas winterwing?

  26. anthonysteven said,

    19 May 2008 at 1:34 pm

    @winterwing

    Gpp, saya bisa memahami anda kok. Saya sendiri dulu waktu join di MLM sulit berpikir jernih.

    Saya paham anda sekarang cenderung defensif, tapi saya cuma bisa memberi saran, tanggalkan sifat defensif anda itu, lalu pertimbangkan baik-baik argumentasi yang ada, jangan sampai menyesal nantinya :)

    Semoga membantu :)

  27. iwan said,

    21 May 2008 at 7:11 pm

    Coba kita studi kasus:
    Ada yang bisa menjelaskan , kenapa perusahaan MLM seperti AmWay yang sudah berdiri sejak 1930-an (bener kan?) ampe skrng, masih trus eksis dan anggotanya terus bertambah?
    Kan kl kita kaitkan dengan postingan Charles, seharusnya pasar AmWay sudah jenuh?

    *bingung*

  28. mystic88 said,

    21 May 2008 at 7:57 pm

    perhatian semua pro tianshi cara bicara SAMA PERSIS yaitu :

    1. baca buku R.Kiyosaki
    2. POSITIF
    3. hail tggl 24 agustus 2008
    4. hail paul zilner (yg bisa d suru dateng dgn BANDROL 30K USD)
    5. bannerstore luar biasa!!
    dlsb sampe bosen ngulang na

    persis marionette yg d kendalikan puppeteers..
    maw aja ya jadi boneka kalian” tu..

  29. oscarz said,

    22 May 2008 at 4:25 pm

    Kalau semua penghuni bumi sudah ikut MLM ini, lalu gimana?

    >> Nanti gak ada yang jadi presiden dong,,,, hahahaha

    bagi yg sedikit negatif mending baca aja buku cashflow quadrant

    Aduh pasti setiap orang yang gabung tiens pasti menyarankan baca buku ini. Emm setidaknya bukan hanya tiens aja sih yang lain juga…

    Sistemnya bagus dengan konsep membangun aset tapi tidak dengan konsep MLM… Kalo semua ikut MLM yang sama siapa nih yang bangun ASET buat Indonesia? bangun aset teknologi, aset ekonomi, aset kebudayaan, aset pendidikan, aset kesehatan, aset kejahteraan lainnya. Itu lebih baik.

  30. zzzz said,

    23 May 2008 at 9:40 pm

    titik jenuh?yang pastinya gk smua org akan masuk tianshi….byk tuh org2 yg bnci am tianshi….ad milyaran jg org yg bnci am tianshi….jd gk mungkin akan ad titik jenuh…..mikir dlo sblum posting….lgian lu tau gk di rumah sakit tuh tiap detik kluar bayi…^^

  31. anthonysteven said,

    26 May 2008 at 1:11 pm

    @iwan

    Titik jenuh disini adalah keadaan dimana pasar tidak bisa lebih luas lagi, atau kasarnya downline sudah tidak bisa ditambah.

    Amway, sudah berkali-kali merasakan kejenuhan pasar, alasan kenapa mereka bisa eksis adalah, perputaran downline. Maksudnya, banyak downline yang sudah keluar dan banyak downline baru yang masuk. Bagian tengah dan bawah segitiga sudah sering berganti ataupun tidak aktif.

    Bagian atasnya ya itu-itu lagi, gak banyak orang baru.

    Kalau marketing plan amway bisa berjalan sesuai rencana amway, seluruh dunia sudah ikut amway dari puluhan tahun yang lalu :)

    Semoga membantu…

  32. Farid said,

    29 May 2008 at 8:22 am

    Gw ada bukti ni statistik yang bisa ngedebat tulisan Charles besrta beberapa fakta ni (boleh dong!!!!) Gw suka statistik soalnya bos…

    1. GAK MUNGKIN SEMUA ORANG IKUT TIANSHI

    PAsti ada yang nolak…. Buktinya bos charles, penulis artikel ini, belum join dan seluruh dunia belum join tianshi…..

    2. TEORI MARKETING MENGATAKAN KALO SALES (PENJUALAN ) SUATU BARANG PASTI JENUH
    Ini udah kodrat alam….
    Tapi masalahnya berapa lama? 10 tahun ? 100 tahun???
    kejenuhan juga dapat diperpanjang dengan ngeluncurin produk-produk baru…. Lo liat dah tu nokia, ga bakal mature companay nya… tiap sore ada aja produk baru nya

    3. DARI SEGI DISTRIBUTOR GAK BAKAL JENUH

    Jumlah penduduk Indonesia= 220 juta

    Distributor terdaftar (termasuk yg udah out) = 3,2 juta

    pertumbuhan distributor selama 4 tahun terakhir rata2 200.000/tahun.. (kagak eksponensial cuyy)

    Dengan asumsi pertumbuhan distributor konstan dan INDONESIA KAGAK TUMBUH POPULASINYA ( charles ga bikin anak, heheh) Di Indonesia gw itung semua orang bakal abis dalam waktu 1084 tahun…

    wow keburu kiamat kali, ini juga di indo doang….

    5. Fakta terakhir EMANG GAK MUNGKIN SEMUA ORANG BERHASIL KALI!!!

    a. Gak mungkin di kelas teori keuangan gw semester ini semua dapet A (dosennya sadis)

    b. BPN tempat bokap gw kerja ada 100.000 orangan di seluruh indonesia yang jadi direktur plus kepala BPN cuma 6 orang tuh

    c. 90 % bisnis gagal di 5 tahun pertama dan dari 10 % bisnis tersebut yang berhasil di 5 tahun pertama, setengahnya bangkrut dalam 5 tahn berikutnya

    d. Trader forex 90 % loss dalam 3 bulan pertama, banyak diantaranya langsung bangkrut

    e. 90 % kekayaan di dunia hanya dipegang oleh kurang dari 10 % orang aja.. nah lo mampus… trus gimana dong???

    udah TAKDIR dari ALLAH gak semua manusia berhasil… Yang berusaha lebih aja yang berhasil… lo kira 10 % yang megang 90 % kekayaan dunia tuh mereka berhasil gara- gara hoki????
    mimpi lo, mereka berhasil karena berusaha, begitu juga di tianshi dan di dunia erja lainnya.sama aja coy

    lainkali cari info lebih deh buat elo2 para pengamat yang kerjanya hanya mengamati kami, orang orang yang berusaha menjadi yang 10 %

    thanks

  33. Toni said,

    29 May 2008 at 7:54 pm

    Dari pada ngurusin itu semua mending lo pikir kuliah lo, orang tua lo, gak usah jelek-jelekin orang, karna kalo lo jelekin orang lain lo juga sama jeleknya, gak usah jelekin orang yang jalanin bisnis tianshi, amway dan lain-lain. karna bisa jadi mereka berjuang umtuk keluarga mereka. support mereka, beri mereka doa, hormati pilihan mereka.
    gw jauh lebih respek mereka yang serius jalanin bisnis tianshi, amway dari pada yang suka posting tapi kerjaannya cuma main game, internetan, minta mulu sama orang tua, pacaran gak jelas, main-main, kumpul-kumpul..
    hidup itu pilihan jangan buang tenaga dan waktu lo buat hal yang gak penting, urus aja urusan lo masin-masing..ok..

  34. alex said,

    2 June 2008 at 3:03 pm

    yes, setuju dengan penjelasan tersebut. satu hal lagi yang membuat saya anti terhadap sistem mlm, mereka tidak pernah terbuka mengenai produk mereka pada awal bertemu. seorang marketing produk yang baik tidak pernah malu untuk menyembunyikan produk apa yang mereka jual, mereka akan open di pertama kali menjelaskan produk mereka. tapi orang-orang mlm, mereka menyembunyikan produk mereka diawal pertemuan dan melakukan pemaksaan dikemudian kali.

  35. the next gold lion said,

    8 June 2008 at 9:18 pm

    ga ada salahnya kita berusaha seperti yang sering di katakan leader di UNICORE agar kita berhasil kita harus percaya pada tuhan yang maha kuasa. jadi intinya ini usaha kita karena ga mungkin ada hujan uang pagi2hehe

    GO DIAMOND, Go FREEDOMM

    jangn lupa awakening seminar 24 agustus 2008!!!!!!!!!!!!!
    gelora bung karno

    kita pasti sukses

  36. MLM Tianshi in my opinion… (Part 1) « Charles’ Notes… said,

    10 June 2008 at 9:17 pm

    [...] MLM Tianshi in my opinion… (Part 2) [...]

  37. CA.azmi said,

    16 June 2008 at 11:22 pm

    menurut saya pemikiran ada tersebut kurang bener,dari segi teori apa yang anda sampaikan tersebut mungkin masuk akal,tetapi dari kenyataanya berbeda,MLM sebenarnya adalah sebuah kendaraan menuju kesuksesan,pernah ga anda sadari bahwa tanpa anda sadari anda telah melakukan MLM juga, contohnya,,,saat anda sakit,anda minum obat,dan ketika teman anda sakit yg sama dengan anda,anda pasti akan menunjuukan obat yg sama yg anda konsumsi,begitu seterusnya…yang untung siapa?apa perusahan obat itu pernah memgucapkan trimaksih kpada anda karna mempromosikan obatnya?tapi di MLM informasi anda ke teman anda itu di hargai…MLM itu sebenarnya Mulia, tapi sekarang ini banyak opnum yg salah menjalankannya,,,

Leave a Comment