05.04.08
MLM Tianshi in my opinion… (Part 1)
Tulisan berikutnya:
Warning: Tulisan ini dibuat bukan untuk mendukung atau menjelek-jelekkan bisnis multi level marketing. Ini hanyalah pendapat dan hasil pemikiran saya saja atas bisnis ini. Kalau ada yang bertanya, kenapa saya memasukkan nama merk “Tianshi” di judul, itu karena satu-satunya MLM yang saya tahu (baca: pernah diprospek dan dipresentasikan sistemnya).
Suatu hari beberapa tahun yang lalu… Saya menerima SMS dari seorang teman yang mengajak saya untuk ketemuan. Katanya, dia ingin menawarkan kepada saya sebuah bisnis yang bagus. Dia cukup berhasil membuat saya penasaran dengan bisnis tersebut dan akhirnya kami pun bertemu.
Pertemuan diawali dengan pertanyaan: “Apa yang menjadi cita-cita atau impian saya”. Lanjut… Dia mengeluarkan sebuah buku yang dia sebut “alat bantu presentasi”, dan dia mulai mempresentasikan kepada saya mengenai bisnis tersebut, yang kemudian saya tahu bahwa itu adalah bisnis MLM alias “Multi Level Marketing”, secara lebih spesifik, MLM Tianshi.
Kalau yang sudah ikut, atau setidaknya sudah pernah dipresentasikan mengenai bisnis ini, tentunya mengetahui bagaimana sistem dari bisnis ini. Diawali dari bintang 1, 2, atau 3, merekrut orang lain untuk menjadi downline, agar kita dapat naik jadi bintang 4, 5, 6, 7, 8, bronze lion, silver lion, gold lion, diamond, dll, yang pastinya semakin tinggi tingkatannya semakin besar bonus yang didapat. Termasuk di dalamnya terdapat bonus uang puluhan juta, mobil BMW, kapal pesiar, sampai pesawat.
Saat itu, teman saya membukakan bahwa sudah ada mahasiswa Indonesia yang meraih BMW, juga membukakan tentang produk kesehatan herbal (Tianshi) yang mereka tawarkan. Dia menceritakan pengalamannya menggunakan produk Tianshi saat menjelang ujian, yang meningkatkan stamina dan membuatnya berhasil menahan kantuk dalam belajar, dll dll… Modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi bintang 3 adalah 2 juta rupiah. Singkat cerita, di akhir presentasi, saya cukup tertarik untuk ikut di dalam bisnis tersebut.
Karena saya adalah seorang anak yang baik
, saya menceritakan tentang bisnis tersebut ke orang tua saya dan meminta pendapat mereka (apakah sebaiknya saya bergabung atau tidak). Saya melihat bisnis tersebut adalah bisnis yang positif dan dapat menjadi sangat menguntungkan. Namun, saya cukup terkejut ketika orang tua saya dengan suara bulat tidak mengizinkan saya untuk ikut dalam bisnis tersebut. Jujur saat itu saya tidak melihat sisi negatif dari bisnis tersebut (karena semua yang dipresentasikan pada saya adalah hal-hal yang positif, baik-baik, indah-indah, dan menggiurkan). Karena itu, saya sebenarnya kurang bisa menerima penolakan dari orang tua saya. Namun, ternyata orang tua saya telah lebih dahulu mengetahui tentang bisnis tersebut, dan mereka tidak memperbolehkan saya untuk ikut. Mereka lebih mengerti akan bisnis itu, meskipun alasan-alasan yang mereka kemukakan tidak memuaskan saya saat itu.
OK, sekali lagi sebagai seorang anak yang baik
, saya mematuhi orang tua saya. Maka, saya mengatakan pada teman saya bahwa saya tidak bisa ikut dalam bisnis tersebut (meskipun dalam hati masih pengen ikut tuh).
Seiring berjalannya waktu, saya mulai mencari tahu lebih dalam tentang bisnis MLM Tianshi ini, baik dari internet, dari teman-teman saya yang lain, dan saya sendiri mulai memikirkannya (sok mikirin…
). Saya menemukan cukup banyak hal mengenai bisnis MLM Tianshi ini yang tidak diberikan pada saya saat presentasi, dan menemukan adanya beberapa hal yang ditawarkan bisnis ini yang membuat saya tidak damai sejahtera. Pada akhirnya, saya bersyukur waktu itu saya tidak menuruti emosi saya (untuk gabung dalam bisnis ini) dan memilih untuk mendengarkan orang tua saya.
Hasil-hasil pemikiran saya mengenai bisnis MLM Tianshi ini akan saya bagikan pada tulisan saya selanjutnya. So, stay tuned…
~to be continue
Tautan:


Marketing » MLM Tianshi in my opinion… (Part 1) said,
5 May 2008 at 1:01 am
[...] post by Charles You can also bookmark this on del.icio.us or check the [...]
Marketing » Blog Archive » MLM Tianshi in my opinion… (Part 1) said,
5 May 2008 at 1:25 am
[...] Original post by Charles [...]
mia said,
5 May 2008 at 10:21 am
iya charles, saya juga pernah, tapi kalo saya sih justru awalnya skeptis, apalagi saua kecewa karena orang yang mengajak saya “ketemu” mengajak ketemu dengan alasan “kangen, udah lama nggak ketemu” dan ternyata presentasi MLM tianshi, saya kecewa karena memang ingin ketemu, ternyata dia hanya bertujuan bisnis. lalu karena saya menolak, saya sempat dibujuk2 sampai agak “memaksa”, sehingga sampai sekarang saya tidak respek dengan sistem rekrutmen MLM sejenis ini.
ya, segala sesuatu sebaiknya emang dipertimbangkan benar2 ya, selalu ada baik-buruknya, dan ternyata orangtua memang lebih tau ya les=)
ridlomuslim said,
5 May 2008 at 11:14 am
mas charles, tulis aja semua yang anda ketahui tentang tianshi ini,sebab keluarga saya pada gila-gilaan ikutan bisnis ini. pada tahun 2003 saya sudah didaftarkan oleh seseorang untuk ikut bisnis ini. namun tidak saya jalankan, sbab menurut saya menyalahi kodrat. saya tidak butuh pesawat, saya butuh ketenangan hati dan istri setia
Andra said,
5 May 2008 at 3:38 pm
Silakan dilanjutkan part yang berikutnya.
Charles said,
5 May 2008 at 8:08 pm
@mia:
iya mia, orangtua memang lebih tau dari kita, kalo kata orang, sudah makan asam garam, hehe… Btw, satu poin yang akan saya bahas pada postingan selanjutnya ternyata mia juga mengalaminya. Jangan lupa baca sambungannya ya, mia… hehe
@ridlomuslim & Andra:
ditunggu aja ya part 2-nya…
hanggadamai said,
6 May 2008 at 8:16 am
nunggu part selanjutnya juga
RedZz de Lady said,
6 May 2008 at 10:33 am
ayo2, semangat!!!
gw juga pernah Lho diprospek TianShi sama temen gw..
tapi kebetuLan waktu itu gw Lagi ikut QuestNet, jadi……………
*some text missing*
~to be continued on the next post
=p
winwin said,
6 May 2008 at 12:29 pm
Jadi teringat dengan amway.. dulu diajakin tante ketemuan dengan alasan ‘makan malam di sarina’ eh taunya malah nyasar ke perkumpulan orang2 yang lagi berapi-apinya memamerkan keberhasilan mereka karena menjalankan bisnis amway.. sempat bengong juga malah perut lagi keruyukan gitu lagi :(. Pas disitu aku diajak ikut seminar leadership dengan catetan bayar 600rebo. Karna aku ga mau ikut, jadinya aku dibilangin tante supaya ikut pertemuan (apa gitu namanya) yang bayar 50rebo supaya lebih ngerti gunanya seminar leadership. Aku iyakan dengan maksud supaya tau aja , eh taunya sampe disono aku malah dipaksa harus ikut seminar leadership sampe tante ku yang nyodor2in kartu kreditnya supaya aku dapet tiket *bukan dibayarin loh* akhirnya jadi deh aku dapet tu tiket dan berhutang sama tante..
dan tau kah sodara2 apa isi seminar nya??? ga laen dan ga bukan cuma mamerin apa aja yang udah didapat oleh member2 yang udah banyak downline nya (ada jabatannya gitu de) padahal tuh judul seminar LEADERSHIP tapi isinya sama sekali gda hubungan nya dengan itu. Harusnya seminar berlangsung dua hari, tapi aku ga ikut hari keduanya karna tiketnya sengaja aku basahin dan robek2in jadi tanteku gda alasan buat ngajak aku kesono.
sejak saat itu aku bertekad dengan bulat hati untuk tidak mengangkat telp tante ku, maupun orang2 yang aku kenal dalam bisnis itu. mending langsung say no aja de ke bisnis mlm seperti ini.
misugijunz said,
6 May 2008 at 4:42 pm
uang itu akar kejahatan….
just remind what Bible said…
mia said,
8 May 2008 at 10:51 am
les, ditunggu lho part-2nyaa
Charles said,
9 May 2008 at 3:14 pm
@mia:
iya mia… sabar ya, maaf lama… diusahakan besok atau hari minggu sudah bisa jadi tulisannya… btw, makasih loh dah ditungguin
Oom Senang, Hati Riyang... said,
11 May 2008 at 1:40 pm
Inih nyang jilid satu….
http://mbelgedez.wordpress.com/2007/08/15/bisnis-mlm-menipu-dan-haram/
Oom Senang, Hati Riyang... said,
11 May 2008 at 1:41 pm
Kalok mingsih ndak puwas, inih nyang jilid duwanya….
http://mbelgedez.wordpress.com/2007/09/01/mlm-tipu-muslihat-berkedok-bisnis-mlm-part-2/
MLM Tianshi in my opinion… (Part 3) « Charles’ Notes… said,
17 May 2008 at 12:19 am
[...] MLM Tianshi in my opinion… (Part 1) MLM Tianshi in my opinion… (Part 2) [...]
Charles said,
17 May 2008 at 2:02 am
@RedZz de Lady:
Mana nih lanjutannya?
@winwin:
Yah, MLM itu memang banyak kedoknya… Memang harus semakin berhati-hati di jaman ini…
@misugijunz:
sedikit ralat, cinta uang itu akar kejahatan…
winterwing said,
17 May 2008 at 8:05 pm
orang tua mas pernah diajak. apakah ia menjalankan sistemnya? teman mas punya upline yang lebih berhasil yang tentunya telah ia diceritakan. mas bisa cari uplinenya. teman mas mengjak bisnis agar kaya. apakah orangtua mas kaya?
informasi yang kurang? apakah mas benar-benar siap menerimanya?
tidak damai sejahtera? apakah itu?
Charles said,
17 May 2008 at 10:26 pm
@winterwing:
Ya, orang tua saya juga pernah diajak oleh teman orang tua saya… Tetapi orang tua saya sendiri tidak ikut bisnis ini.
Benar… Ini adalah motivasi yang ditawarkan oleh teman saya ketika mengadakan presentasi. Untuk menjadi kaya…
Kok jadi nanya orangtua saya kaya atau tidak? Orangtua saya tidak kaya, tapi syukurlah berkecukupan…
maksud pertanyaan mas yang ini apa ya?
Itu adalah perasaan saya mas… Kalau ditanya kenapa begitu, mungkin tulisan saya di part-part selanjutnya bisa menjelaskannya…
iwan said,
21 May 2008 at 6:55 pm
@winterwing
Member MLM apakah kamu ini…?
mystic88 said,
21 May 2008 at 7:50 pm
sayah jg bahas ini tianshi
solitaryplatitude.wordpress.com
juga bro masak
masak0007.wordpress.com
bro bravo
bravo9862.wordpress.com
bro anthony
anthonysteven.wordpress.com
dan tim tianshi watch
http://www.tianshi-watch.com
monggo mampir
rian said,
5 June 2008 at 2:03 pm
wah seandainya saya baca blog ini dari awal. saya sudah terlanjur ikut meski belum terlalu jauh.saya justru merasa beruntung karena terlambat baca blog ini!!
memang nggak semua yang saudara tulis salah, tapi saya rasa anda cuman memandang “hal tsb” dari satu sisi sudut pandang……
setiap usaha memang terdapat +/- nya….
memang “berbohong” adalah hal yang (teramat) buruk karena segala sesuatu yang diawali dengan kebohongan belum tentu berujung pada kesuksesan, bahkan munkin terjerumus ke jurang kegagalan, saya (akan) selalu berusaha jujur dalam setiap presentasi.
MLM Tianshi in my opinion… (Part 2) « Charles’ Notes… said,
10 June 2008 at 9:20 pm
[...] MLM Tianshi in my opinion… (Part 1) « Charles’ Notes… said, [...]
Charles said,
10 June 2008 at 9:49 pm
@mystic88:
oke… saya mampir deh… hehe
@rian:
memang benar semuanya memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Presentasi yang baik adalah yang memperlihatkan kedua sisi, sisi positif dan sisi negatifnya. Itulah yang dikatakan presentasi yang jujur.
Seandainya semua distributor Tianshi seperti Anda, jujur di dalam setiap presentasinya (tak ada kebohongan atau hal yang disembunyikan)… Keep that good attitude.