Opini (Part 1: Blogger Tukang Tipu)

2008 April 8

Akhir-akhir ini, banyak isu-isu seputar IT yang kontroversial. Isu-isu itu juga sedemikian menarik sehingga mengundang banyak orang untuk mendiskusikannya dan menuliskannya di blog mereka. Ada yang pro dan ada yang kontra, sesuatu yang biasa terjadi. Isu-isu ini jugalah yang akhirnya menggelitik saya untuk menuliskan opini saya atas isu-isu tersebut di sini. Apa yang saya tuliskan di sini adalah opini dari saya. Anda boleh setuju dengan saya, dan boleh saja tidak setuju. Itu adalah suatu hal yang biasa… ;)

Pertama, saya mau memberikan opini tentang “blogger tukang tipu”. Teman-teman blogger pasti sudah tahu tentang hal ini. Untuk yang belum tahu, saya akan menceritakannya sedikit. Itu adalah ucapan dari seorang “pakar telematika” Indonesia bernama Roy Suryo. Pakar ini tiba-tiba menjadi terkenal karena banyak ucapannya yang dinilai tidak berdasar dan menyesatkan masyarakat.

Untuk Anda ketahui, tulisan ini dibuat bukan untuk menjelek-jelekkan Roy Suryo. Saya tidak ada masalah sama sekali dengan Roy Suryo. Saya hanya bermasalah dengan beberapa ucapannya yang menurut saya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ucapan-ucapan apa saja? Untuk lebih memberikan gambaran, saya akan mengutip beberapa ucapan kontroversial beliau secara utuh. Hal ini penting agar pembaca tidak salah mengartikan ucapan beliau karena lepas dari konteksnya. Karena ada cukup banyak, saya hanya akan fokuskan pada satu komentar Roy Suryo seputar blogger saja. Berikut adalah kutipannya yang saya ambil dari sini.

Roy Suryo Mulai Nge-blog? ‘Blogger Tukang Tipu!’

Jakarta – Tak hanya artis, demam nge-blog sudah mulai menjalar ke tokoh-tokoh publik di Indonesia. ‘Roy Suryo’ pun sudah mulai ikutan nge-blog. Roy kini mulai belajar nge-blog dan mulai menuliskan pandangan-pandangannya pada salah satu layanan blog di Indonesia?

Ketika dikonfirmasi, Roy dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah punya blog. “Tidak, saya tidak pernah nge-blog dan tidak pernah punya blog karena blog sifatnya hanya tren sesaat,” tegas Roy saat berbincang dengan detikINET via telepon, Selasa (26/2/2008).

Soal nama ‘Roy Suryo’ dicatut beberapa blogger, Roy mengaku tidak mempermasalahkannya. “Anggap saja blog seperti orang membuang sampah. Saya capek melayani orang kayak gitu. Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu,” tandasnya.

Tukang tipu? Roy mengklaim banyak blogger yang memajang informasi fiktif dan bohong-bohongan, seperti halnya kasus blogger Solo yang meninggal dunia setelah mem-posting mimpinya di blog. Menurut Roy blog tidak bisa dipercaya 100 persen. Roy menyarankan lebih baik jangan mempercayai blog karena saat ini banyak sekali orang yang membuat blog dengan menggunakan nama-nama palsu. Hal ini menunjukkan kredibilitas blog sulit dipercaya.

Roy juga menyayangkan karena masih ada blogger yang memperburuk citra blog. Padahal perkembangan blog di Indonesia semakin pesat dan mulai mendapat kepercayaan publik, dari yang dulunya salah kaprah karena blog dianggap seperti buku harian, kini isinya sudah memajang informasi yang bermanfaat bagi publik. ( dwn / dwn )

Menurut saya, ucapan Roy Suryo di atas adalah ucapan yang lahir dari emosi dan (mungkin) pengalaman buruknya dengan blog-blog yang tidak bertanggung jawab. Lalu di mana kesalahan ucapannya? Kesalahannya adalah karena beliau mengeneralisasi “oknum blogger yang tidak bertanggung jawab” sebagai “blogger”. Atau, dengan kata lain, menurut beliau, semua blogger adalah blogger yang tidak bertanggung jawab. Blogger itu tukang tipu. Itulah (mungkin) maksudnya…

Apakah semua blogger adalah blogger yang tidak bertanggung jawab? Apakah semua blogger itu negatif? Tidak ada blogger yang memberikan dampak positif? Kenyataannya, banyak kok blog yang berisikan content-content yang positif dan bermanfaat untuk orang lain. Karena itu, ucapan “blogger itu tukang tipu” tidak dapat diterima, karena tidak semua blogger itu tukang tipu…

Permasalahannya sekarang adalah gelar “pakar” yang dinobatkan jurnalis atas Roy Suryo telah membuat sebagian masyarakat mempercayai ucapan beliau mentah-mentah. Dan, ucapan “blogger itu tukang tipu” sama saja seperti pencemaran nama baik blogger. Permasalahan itu sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik jika Roy mengakui kesalahannya dan meminta maaf serta meralat perkataannya. Namun nyatanya, sampai hari ini beliau belum menarik kembali ucapannya tersebut.

Ada satu ucapan menarik lagi dari beliau:

Ada kecenderungan bahwa kalau tidak membuat blog yang menjelek-jelekkan orang lain, maka itu bukan blog.

Apakah tulisan ini terkesan menjelek-jelekkan Roy Suryo? Jika ya, saya memohon maaf. Namun intinya saya tidak menjelek-jelekkan beliau. Saya hanya ingin mengoreksi beberapa perkataan beliau di saat beliau (mungkin) sedang khilaf. Termasuk ucapan di atas, (mungkin) juga dikatakan karena pengalaman buruk beliau dengan blog-blog yang menjelek-jelekkan dirinya atau orang lain. Masih banyak ucapan-ucapan kontroversial beliau yang lain, tetapi tidak saya bahas pada tulisan ini… Silakan googling untuk yang berminat. ;)

OK, setelah menulis panjang-panjang, saya akan memberikan moral of the story (ciee..). Yah, sekali lagi, saya dapat mengambil beberapa pelajaran dari hal ini.

  1. Berhati-hati di dalam perkataan-perkataan kita. Lidah kita adalah pedang bermata dua, bisa membangun orang lain, tapi juga bisa menjatuhkan orang lain. So, kita harus berpikir dahulu sebelum berkata-kata.
  2. Akuilah kesalahan jika memang kita salah. Jika memang kita ternyata mengucapkan sesuatu yang tidak benar, akuilah kesalahan tersebut, jangan diulangi lagi, dan perbaiki kesalahan tersebut.
  3. Jangan mengisi blog dengan content yang negatif, yang menipu, dan yang menjelek-jelekkan orang lain. Tunjukkan jati diri blogger positif, dan buktikan ucapan-ucapan di atas tidak benar.
  4. Jangan men-generalisasi sesuatu hal negatif karena terdapat oknum-oknum di dalamnya yang negatif. Bedakanlah for all dan for exist… (Mat Diskretnya keluar…hehe).

OK deh, salam damai dan positif untuk Roy Suryo dan sesama blogger… :D

Opini saya yang lain: Film Fitna & Pemblokiran Youtube dkk.

12 Tanggapan leave one →
  1. 2008 April 8

    Setuju…
    berhati-hatilah untuk berkata-kata Om Roy, jangan kebawa emosi, apalagi kalau udah berhubungan dengan orang banyak. Sebelum semakin banyak orang yang menyumpahi anda :)
    ini juga tidak bermaksud menjelekkan lo..
    Cuman memaparkan sedikit pandangan saya tentang apa yang telah terjadi..
    maju terus blogger Indonesia..

  2. 2008 April 8

    berarti om roy malas meladeni diriku dong, lah wong diriku kerjaannya bikin sampah :mrgreen:

  3. 2008 April 8
    anwarchandra permalink

    Char, om belum diajarin Ibu Bella

    :-)

  4. 2008 April 8

    wah, ini cuma satu dari ribuan (halah, berlebihan) kontroversi tentang mas roy lainnya.. tinggal googling aja, pasti bakal ketemu jutaan (tuh kan, berlebihan lagi.. hehe..) reaksi para blogger kepada mas roy, yang intinya satu=nggak suka, baik secara personal maupun secara intelektual..

    ayo ngeblog juga udah beberapa kali nulis postingan tentang mas roy itu.. tapi lama2 tampaknya pembicaraan tentang mas roy di dunia maya semakin nggak konstruktif, semakin nggak bermanfaat.. itulah mengapa mas Riyo (http://www.riyogarta.com/) ngadain dialog dengan roy suryo, untuk mengklarifikasi segala hal tentang ini..

  5. 2008 April 9

    Jadinya semacam “quilty by association” yah :wink:
    Benar juga, mungkin statement pak Roy Suryo merupakan pernyataan emosional. Saya kadang berpikir kenapa media tidak memberikan informasi yang berimbang yang mengklarifikasi bahwa tidak semua pernyataan beliau sepenuhnya benar.
    Mungkin seperti yang diungkapkan iLm@N di atas bahwa dialog merupakan salah satu solusi. :grin:

  6. 2008 April 9

    arghhh!!! dimana-mana tentang dia.. huff

  7. 2008 April 10

    udahan yuk bahas om roy, orangnya udah mo damai koq, kita liat aja nanti pas pertemuannya dengan blogger hari jumat besok. mending skrg kita pikirin yg lain :)

  8. 2008 April 11

    gimana hasil pertemuannya bung?

  9. 2008 April 11

    @tunik:
    setuju, jangan terbawa emosi… Sulit tapi harus dilatih. Maju terus blogger Indonesia… :D

    @hanggadamai:
    gpp qo, masi banyak yang mau ngeladenin mas… :mrgreen:

    @anwarchandra:
    wah, diajarin apa nih? hehe…

    @iLm@N:
    Nanti buatin laporan hasil diskusinya ya, man… (kalo bisa) hehe… :D

    @sigid:
    Semoga dialog itu bisa memberikan solusinya…

    @waterbomm:
    Ciri-ciri orang ngetop tuh… hehe.

    @kamal:
    Yup, jangan terlalu menyudutkan juga… Asalkan om Roy bersedia meminta maaf (jika ternyata dia salah) dan meralat/menarik ucapannya (yang tidak benar), hal ini akan saya anggap selesai… :D

    @mikebm:
    Pertemuan apa nih mike? sama pak ari? oke kok, senin nanti baru mulai diintegrasi… btw, entu katanya ngomongnya kecepetan… mungkin nanti pak ari mau hubungin entu… Tapi uda bagus kok yang lainnya… Entu uda expert sih ya, hehe… :D

  10. 2008 April 12

    hahaha…. bukan bung… hasil abang roy suryo…. tapi thanx loh sudah disampaikan ke pak ari… aduh pujiannya itu… jadi malu saya :D

  11. 2008 April 12

    @mikebm:

    haha… oh pertemuan itu yah, saya ga ikut tuh… Masih menunggu laporan dari temen-temen yang ikut, hehe.

    ~terus berkarya bung… :D

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Opini (Part 2: Film Fitna & Pemblokiran Youtube dkk) « Charles’ Notes…

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS