Kejahatan di Indonesia – Sungguh Memprihatinkan

Pagi ini saya membaca sebuah berita yang mengagetkan di harian Kompas. Judulnya “Mahasiswi UI dibunuh”. Ini memang bukan pertama kalinya saya mendengar mengenai tindak kejahatan di negeri ini (sudah sangat sering malahan), tetapi saya sungguh prihatin melihat tindak kejahatan yang dilakukan yang semakin lama semakin tidak berperikemanusiaan, dan mereka dapat melakukannya dengan sebegitu bebasnya (seperti tiada hukum di negeri ini, sesuatu yang memang meragukan keberadaannya…). Berikut ini adalah cuplikan beritanya:

Mahasiswi Ui Dibunuh

Jumat, 1 Februari 2008 | 08:03 WIB
JAKARTA, JUMAT-TEKA-TEKI mayat perempuan dengan luka bekas gigitan terjawab. Wanita malang itu adalah Anita Rahmat (19), mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Dia diduga menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Menurut keluarganya, Anita yang akrab disapa Nita terakhir meninggalkan rumah pada Senin (28/1) sekitar pukul 17.00. Dia mengenakan pakaian ibunya dan mengendarai Honda Jazz warna silver bernomor polisi B 788 NT. Ketika pamit kepada sang bunda, Hj Nurjaroni, Nita mengatakan hendak pergi ke Depok.

Sore itu, seorang diri Nita berangkat dari rumahnya di Jalan AMD No 89A, RT 02/01 Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. “Tapi sampai berjam-jam kemudian tidak ada kabar. Terakhir dihubungi melalui telepon, pukul 20.00 malam, handphone-nya sudah tidak bisa dikontak,” kata seorang tante Nita di rumah duka, Kamis (31/1).

baca selengkapnya…

Satu lagi teman saya se-universitas yang menjadi korban kejahatan di Indonesia (jangan disangka tindak kejahatan melulu dilakukan oleh perampok, seorang yang seharusnya menegakkan keadilan pun dapat melakukannya!). Sebelumnya, saya ingin mengucapkan turut berdukacita, dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat dikuatkan. Amin.

Kenapa begitu banyak kejahatan di negeri ini? Seolah hak asasi manusia sudah tidak ada artinya. Saya mencoba menelaah dan saya mendapatkan dua alasan yang (mungkin) memicu tindak kejahatan di negeri kita tercinta, Indonesia:

  1. Tingkat kemiskinan yang tinggi. Hal ini biasanya memicu orang untuk menghalalkan segala cara untuk mempertahankan hidup mereka. Terlebih, hal ini juga disulut dengan kesenjangan sosial yang terjadi, seperti kata pepatah: “yang miskin tambah miskin, yang kaya tambah kaya”. Kalau begini terus, kapan kesenjangan ini dapat hilang?
  2. Moral bangsa yang sudah rusak. Banyak orang yang ingin mendapatkan sesuatu tanpa usaha yang keras. Ada mereka yang berpikir lebih enak merampok, ga kerja dapet duit, banyak lagi… Ada juga yang malas bekerja, dan hal ini juga yang menjadi pemicu munculnya tingkat kemiskinan yang tinggi seperti yang ada di poin pertama tadi.

Berikutnya saya berpikir, mengapa perampok itu harus membunuh? Tidak cukupkah dosa yang telah dia lakukan dengan merampok? Mengapa dia bisa sebegitu mudahnya membunuh sesamanya manusia, seolah-olah dialah Tuhan yang menentukan hidup-mati seseorang. Ya, moral bangsa ini sudah semakin rusak. Di satu sisi, saya menjadi marah kepada mereka yang berlaku begitu seenaknya meresahkan masyarakat, di sisi lain saya juga sedih karena mereka tidak tahu tujuan hidup mereka sebenarnya (untuk memuliakan Allah).

Apa yang dapat kita lakukan?

  1. Berdoalah bagi para pelaku kejahatan agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar, bagi para korban dan keluarganya agar dapat dikuatkan, dan bagi Bangsa Indonesia agar dapat menjadi lebih baik lagi.
  2. Berhati-hatilah di setiap tempat dan di setiap keadaan.
  3. Bantulah pemerintah di dalam melakukan tanggung jawabnya (dan jangan mempersulitnya).
  4. Bersiap-siaplah atas kemungkinan yang terburuk (ingat, hal di atas dapat terjadi pada siapa saja! Akan ke manakah Anda setelah Anda meninggalkan dunia ini? Ini adalah pertanyaan yang serius dan harus dipikirkan baik-baik). I like this quote: “Live your life as if today is the last day in your life. What would you do?”.

Untuk orang-orang yang pernah menjadi korban tindak kejahatan, janganlah menjadi dendam kepada sang pelaku. Ingatlah bahwa keadilan pasti akan ditegakkan pada akhirnya, dan pembalasan adalah hak Tuhan, seperti kata Roma 12:19.

Roma 12:19

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Semoga bangsa kita ini dapat menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

~Dreaming Indonesia free of crime…

About these ads

3 thoughts on “Kejahatan di Indonesia – Sungguh Memprihatinkan

  1. [...] Charles Christian – Kejahatan di Indonesia, Sungguh Memprihatinkan [...]

  2. Tersangka pembunuh Anita Rahmat telah ditangkap, beritanya bisa dilihat di sini

    Tidak disangka yang merencanakan pembunuhan adalah mantan pacar korban. Kadang kita juga harus berhati-hati dengan orang-orang yang ada di sekitar kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s